sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pakar vaksin AS perkirakan kehidupan kembali normal pada Mei 2021

Jika distribusi vaksin dan rencana imunisasi berjalan dengan baik, cukup banyak warga AS yang akan divaksinasi hingga Mei 2021.

Valerie Dante
Valerie Dante Senin, 23 Nov 2020 11:53 WIB
Pakar vaksin AS perkirakan kehidupan kembali normal pada Mei 2021
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 882.418
Dirawat 138.238
Meninggal 25.484
Sembuh 718.696

Penasihat program vaksin dari pemerintahan Donald Trump memperkirakan, kehidupan di Amerika Serikat akan kembali normal sekitar Mei 2021 saat vaksinasi dimulai.

Pernyataan yang optimistis itu datang, bahkan ketika jutaan warga AS diperkirakan melakukan perjalanan pada masa liburan Thanksgiving yang akan datang pekan ini. Banyak dari mereka dilaporkan mengabaikan peringatan dari pejabat kesehatan tentang pencegahan penularan virus.

Moncef Slaoui, kepala penasihat ilmiah program pengembangan dan distribusi vaksin Operation Warp Speed ​​milik pemerintah, mengatakan masih menunggu persetujuan peraturan untuk vaksin pertama, yang berarti gelombang pertama warga AS dapat divaksinasi dimulai pada pertengahan Desember.

Lebih lanjut, Slaoui menuturkan jika distribusi vaksin dan rencana imunisasi berjalan dengan baik, cukup banyak warga AS yang akan divaksinasi hingga Mei 2021 untuk memungkinkan kehidupan kembali normal.

Permintaan persetujuan vaksin pertama kepada pemerintah AS dibuat pada pekan lalu oleh tim farmasi Pfizer dan mitranya, BioNTech.

Badan pengawas Food and Drug Administration (FDA) menjadwalkan mengadakan pertemuan penting pada 10 Desember yang dapat memberikan otorisasi darurat tim untuk vaksin tersebut.

"Pada 11 atau 12 Desember saya berharap gelombang pertama akan diimunisasi di seluruh AS, di semua negara bagian," kata Slaoui pada Minggu (22/11).

Pemerintah AS berencana melakukan vaksinasi kepada 20 juta orang pada Desember dan 30 juta lagi pada Januari 2021. Petugas kesehatan dan populasi yang paling rentan, seperti penghuni panti jompo, diharapkan menjadi yang pertama yang mendapat vaksin.

Sponsored

Slaoui menuturkan, perusahaan farmasi AS, Moderna, diharapkan segera mengajukan otorisasi peraturan bagi vaksinnya.

 

Sumber : The Guardian

Berita Lainnya