Dunia / Konflik Israel-Palestina

Palestina masih berkomitmen bagi perdamaian yang adil dengan Israel

Presiden Abbas menegaskan bahwa Palestina layak memiliki negara merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

Palestina masih berkomitmen bagi perdamaian yang adil dengan Israel Ilustrasi / Pixabay

Presiden Mahmoud Abbas pada Kamis (13/9) mengatakan rakyat Palestina masih berkomitmen untuk mewujudkan perdamaian yang adil dengan Israel.

Abbas mengeluarkan pernyataan tersebut selama pertemuannya dengan pemimpin tiga agama utama di wilayah Palestina, yakni Islam, Kristen dan Yahudi. Tatap muka itu berlangsung di Ramallah, Tepi Barat Sungai Yordan.

Presiden Abbas menekankan pentingnya untuk mencapai perdamaian dengan Israel dengan dasar resolusi internasional yang berkaitan dengan pembentukan negara Palestina dengan perbatasan 1967 dan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

Abbas, yang dikutip oleh kantor berita resmi Palestina, WAFA, mengatakan rakyat Palestina layak memiliki negara merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya, "yang akan terbuka bagi ketiga agama langit".

Dalam pertemuan tersebut, para pemimpin agama menegaskan dukungan mereka kepada Abbas atas kebijakannya yang bertujuan mewujudkan harapan dan aspirasi rakyat Palestina, yaitu kemerdekaan dan kebebasan.

Abbas dijadwalkan akan berpidato di Sidang Majelis Umum PBB pada 27 September.

Ahmad Majdalani, seorang pejabat senior di Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), mengatakan pidato Abbas "akan seperti kertas kerja untuk tahap mendatang". 

Lebih lanjut, Majdalani mengatakan kepada Voice of Palestine Radio bahwa rakyat palestina akan melanjutkan upaya yang akan ditingkatkan pada masa mendatang, untuk merespons kebijakan Amerika Serikat serta Israel.

Otoritas Palestina telah memboikot pemerintah Amerika Serikat sebagai juru damai, setelah Trump pada Desember lalu mengumumkan akan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan pada Mei dia memindahkan kedutaan besar AS di Israel dari Tel Aviv ke kota suci yang menjadi sengketa tersebut.

Pembicaraan perdamaian Palestina-Israel telah macet sejak 2014, setelah negosiasi sembilan bulan gagal membuat kemajuan guna menyelesaikan konflik selama beberapa dasawarsa. (Ant)


Berita Terkait