logo alinea.id logo alinea.id

Palestina peringatkan Israel: Jangan ubah konflik politik jadi agama

Presiden Palestina Mahmoud Abbas memperingatkan bahwa peningkatan serangan oleh Israel bisa mengubah konflik politik jadi perjuangan agama.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Senin, 12 Agst 2019 16:22 WIB
Palestina peringatkan Israel: Jangan ubah konflik politik jadi agama

Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada Minggu (11/8) mengutuk pasukan Israel yang menyerbu Masjid Al-Aqsa dan menyerang orang yang sedang beribadah pada saat Hari Raya Iduladha.

Abbas memperingatkan peningkatan serangan Israel bisa mengubah konflik politik jadi perjuangan agama.

"Kita mesti menjadikan pemerintah Israel bertanggungjawab karena polisi mereka menerobos ke dalam halaman Masjid Al-Aqsa dan menyerang jemaah, yang merupakan provokasi terhadap perasaan umat muslim dan menjadi bahan bakar buat situasi dan meningkatkan ketegangan yang akan menyeret wilayah ini ke lingkaran kekerasan," kata Nabil Abu Rudeinah, juru bicara Presiden Palestina Mahmoud Abbas. 

Akibat perbuatan pasukan Israel, sejumlah muslim Palestina cedera.

Serangan polisi tersebut dilakukan setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan pejabat ekstremis sayap kanan Israel mendesak diizinkannya kaum Yahudi fanatik memasuki tempat suci umat muslim itu tepat pada saat Iduladha. 

Untuk memungkinkan kaum Yahudi fanatik masuk, polisi Israel menyerang umat muslim di kompleks masjid dan memaksa mereka ke luar dari tempat tersebut.

Abu Rudeinah menekankan, perlunya untuk menghentikan pelanggaran Israel terhadap Masjid Al-Aqsa. Dia menambahkan bahwa serangan yang berulangkali terjadi oleh pasukan Israel dan pemukim Yahudi fanatik adalah garis merah yang tidak bisa ditolerir.

Disampaikan pula oleh Abu Rudeinah bahwa Presiden Mahmoud Abbas menghormati rakyat di Yerusalem atas keteguhan mereka dalam menghadapi aksi kaum pendudukan yang berusaha mengubah status quo Masjid Al-Aqsa sebagai salah satu tempat suci umat muslim. 

Sponsored

Presiden Abbas juga menyerukan campur tangan komunitas internasional, guna mencegah agresi dan kecongkakan Israel.

"Kami ingin pemerintah Israel tidak terus mengizinkan pemukim melakukan kejahatan ini dan kami memperingatkan agar tidak mengubah konflik politik jadi konflik agama, yang bisa membakar semuanya," imbuhnya. (Ant)