sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Pandemik Covid-19: WHO ingatkan negara jaga keseimbangan

Meningkatnya permintaan terhadap fasilitas dan petugas medis berpotensi membuat beberapa layanan kesehatan tidak berfungsi secara efektif.

Valerie Dante
Valerie Dante Rabu, 01 Apr 2020 08:07 WIB
Pandemik Covid-19: WHO ingatkan negara jaga keseimbangan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 27549
Dirawat 17951
Meninggal 1663
Sembuh 7935

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa pandemik coronavirus jenis baru telah membuat sistem kesehatan di seluruh dunia kewalahan.

Dalam pernyataan yang dirilis pada Senin (30/3), WHO menuturkan bahwa meningkatnya permintaan terhadap fasilitas dan petugas medis berpotensi membuat beberapa layanan kesehatan tidak dapat berfungsi secara efektif.

Berkaca dari pengalaman sebelumnya, wabah-wabah yang melanda dunia menunjukkan bahwa ketika sistem kesehatan kewalahan, tingkat kematian akibat penyakit lainnya juga dapat meningkat secara drastis.

Contohnya, selama wabah Ebola pada 2014-2015, peningkatan jumlah kematian akibat campak, malaria, HIV/AIDS, dan TBC yang disebabkan kegagalan sistem kesehatan melebihi angka kematian akibat Ebola.

"Pertahanan terbaik terhadap wabah apa pun adalah sistem kesehatan yang kuat," tegas Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. "Covid-19 memperlihatkan betapa rapuhnya sebagian besar sistem dan layanan kesehatan dunia."

WHO telah membarui pedoman perencanaan operasional dalam menyeimbangkan tuntutan untuk merespons Covid-19 sambil tetap mempertahankan operasional layanan kesehatan esensial lainnya.

Pedoman tersebut mencantumkan serangkaian langkah di tingkat nasional, regional, maupun lokal yang dapat dipertimbangkan oleh negara-negara untuk mengatur kembali dan memastikan layanan kesehatan esensial tetap berfungsi.

WHO mengatakan, negara-negara harus mengidentifikasi layanan kesehatan yang dapat diprioritaskan dalam upaya menjaga agar sistem kesehatan berjalan dengan baik. Negara-negara juga didorong untuk membuat perubahan strategis demi memastikan bahwa sumber daya medis yang semakin terbatas tetap mampu memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Sponsored

Lebih lanjut, WHO meminta negara-negara untuk memastikan sistem kesehatan mereka mencapai standar tertinggi dalam praktik kebersihan dan penyediaan pasokan yang memadai, termasuk alat pelindung diri (APD) bagi petugas medis.

WHO memaparkan, beberapa contoh layanan kesehatan esensial meliputi vaksinasi rutin, perawatan selama kehamilan dan persalinan, perawatan bagi bayi muda dan lansia, perawatan bagi kesehatan mental, perawatan penyakit menular seperti HIV, malaria, dan TB, serta layanan donor darah.

Badan PBB tersebut menekankan, sistem kesehatan yang terorganisir dengan baik dapat terus memberikan layanan penting bahkan saat melewati krisis kesehatan.

Pedoman WHO menekankan pentingnya membarui informasi melalui komunikasi yang transparan dengan publik demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem kesehatan negara.

Berita Lainnya