sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Parlemen Irak terima pengunduran diri PM Abdul Mahdi

Pasca-pengunduran diri Abdul Mahdi disetujui, Presiden Irak kemudian akan meminta kubu mayoritas parlemen untuk mengusulkan PM baru.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Senin, 02 Des 2019 12:00 WIB
Parlemen Irak terima pengunduran diri PM Abdul Mahdi
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 60695
Dirawat 30091
Meninggal 3036
Sembuh 27568

Parlemen Irak pada Minggu (1/12) memutuskan untuk menerima pengunduran diri Perdana Menteri Adel Abdul Mahdi setelah protes antipemerintah mengguncang negara itu selama berminggu-minggu.

Keputusan PM Abdul Mahdi pada Jumat (29/11) untuk berhenti terjadi setelah seruan oleh ulama syiah Irak Ayatullah Ali al-Sistani agar parlemen mempertimbangkan untuk menarik dukungannya bagi pemerintah demi membendung kekerasan.

Pasca-pengunduran diri Abdul Mahdi disetujui, Presiden Barham Salih kemudian akan meminta kubu mayoritas parlemen untuk mengusulkan PM baru.

Anggota parlemen menuturkan pemerintahan Abdul Mahdi, termasuk sang PM, akan tetap dalam kapasitas sementara sampai pemerintah baru terbentuk. Proses pengajuan PM baru diprediksi akan memicu perselisihan politik cukup panjang.

Pasukan Irak disebut telah menewaskan hampir 400 demonstran tidak bersenjata sejak protes besar-besaran antipemerintah pecah pada 1 Oktober. Sejumlah anggota pasukan keamanan dilaporkan juga tewas dalam bentrokan.

Pengunduran diri Abdul Mahdi, meski disambut baik oleh para pengunjuk rasa, diperkirakan tidak akan mengakhiri demonstrasi yang menyerukan perombakan sistem politik yang dituduh korup dan menjaga sebagian besar rakyat dalam kemiskinan.

Para pengunjuk rasa pada Minggu dilaporkan kembali membakar Konsulat Iran di Kota Najaf untuk kedua kalinya dalam sepekan. Insiden serupa terjadi pada Rabu (27/11), memicu respons mematikan dari pasukan keamanan dan meningkatkan kerusuhan yang menyebabkan pengunduran diri Abdul Mahdi.

Demonstran muda, yang sebagian besar berlatar belakang syiah, mengatakan bahwa politikus korup terikat pada kekuatan asing, terutama Iran. Mereka dinilai gagal memulihkan negara itu dari konflik bertahun-tahun.

Sponsored

Demonstrasi masih terjadi di Baghdad dan sejumlah wilayah di selatan Irak. Menurut polisi dan sumber media, satu orang pengunjuk rasa tewas oleh aparat dan sembilan lainnya terluka di dekat sebuah jembatan di Baghdad pada Minggu.

Di Nassiriya, dua pemrotes tewas pada Minggu akibat menderita luka yang didapat dalam bentrokan sebelumnya.

Sumber : Reuters

Berita Lainnya