sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pascagempa magnitudo 6,4, listrik di Puerto Rico belum normal

Donald Trump telah menandatangani deklarasi darurat untuk Puerto Rico.

Valerie Dante
Valerie Dante Kamis, 09 Jan 2020 11:26 WIB
Pascagempa magnitudo 6,4, listrik di Puerto Rico belum normal
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 527.999
Dirawat 66.752
Meninggal 16.646
Sembuh 441.983

Sebagian besar Puerto Rico masih terputus dari jaringan listrik dan air pada Rabu (8/1) setelah pulau tersebut dihantam gempa terburuk dalam satu abad terakhir. Selain memadamkan listrik, lindu menghancurkan sekitar 300 rumah dan menewaskan setidaknya satu orang.

Menyusul gempa magnitudo 6,4 pada Selasa (7/1), seluruh sekolah ditutup dan pegawai negeri, kecuali polisi dan petugas medis, diminta untuk tetap tinggal di rumah masing-masing.

Gubernur Puerto Rico Wanda Vazquez menyatakan bahwa sejumlah warga di kota-kota bagian selatan, wilayah yang paling parah terdampak, memutuskan untuk tidur di luar rumah. Mereka takut rumah mereka akan hancur jika terjadi gempa susulan.

Baru sekitar 500.000 orang dari total 1,5 juta orang dapat kembali menikmati layanan listrik pada Rabu pagi. Menurut badan otoritas listrik Puerto Rico, AEE, pulau itu baru dapat menyalurkan listrik 955 megawatt, jauh dari permintaan sekitar 2.300 megawatt.

Salah satu wilayah yang paling terpukul adalah kota pesisir, Guanica. Lebih dari 200 orang mengungsi ke gedung olahraga setelah gempa mengguncang kota tersebut.

"Tidak ada listrik dan air. Ini sangat mengerikan," kata salah satu warga yang mengungsi, Lupita Martinez (80).

Sekitar 750 orang menghabiskan Selasa malam di tempat pengungsian di kota-kota bagian selatan pulau itu. 

Stasiun televisi lokal di Guanica dan Ponce melaporkan bahwa rumah-rumah telah rata dengan tanah dan gedung-gedung apartemen retak parah akibat gempa tersebut.

Sponsored

Stok air mineral botolan, baterai, dan senter mulai menipis di sejumlah toko swalayan di Ibu Kota San Juan. Selain itu, masyarakat berbondong-bondong membanjiri pom bensin untuk mengamankan persediaan bahan bakar.

Puerto Rico disebut terbiasa menghadapi badai, tetapi gempa kuat jarang menghantam pulau itu.

"Ada banyak ketidakpastian. Ini pertama kalinya hal seperti ini terjadi pada kami," tutur Patricia Alonso (48) yang rumahnya kehilangan daya listrik dan air. 

Badan bencana federal Amerika Serikat, FEMA, mengatakan bahwa Donald Trump telah menandatangani deklarasi darurat untuk Puerto Rico.

Deklarasi darurat tersebut memberi wewenang kepada FEMA untuk mengoordinasikan seluruh upaya bantuan bencana bagi pulau yang berada di bawah naungan AS itu.

Perwakilan Partai Demokrat di Kongres mendesak agar pemerintahan Trump mengalokasikan US$8,3 miliar untuk dana pemulihan bencana di Puerto Rico. (The Guardian dan Reuters)

Berita Lainnya