logo alinea.id logo alinea.id

Pascaprotes damai, bandara Hong Kong kembali beroperasi

Operasional Bandara Internasional pada Senin (12/8) sempat lumpuh menyusul aksi protes massa prodemokrasi.

Valerie Dante
Valerie Dante Selasa, 13 Agst 2019 10:51 WIB
Pascaprotes damai, bandara Hong Kong kembali beroperasi

Bandara Internasional Hong Kong dibuka kembali pada Selasa (13/8) setelah pada Senin (12/8) operasional sempat terhenti karena bandara diduduki oleh ribuan pengunjuk rasa.

Namun, pihak pengelola bandara memperingatkan bahwa pergerakan penerbangan masih akan terpengaruh. Beberapa penerbangan dilanjutkan, tetapi masih banyak lainnya yang dibatalkan.

"Bandara Internasional Hong Kong akan melaksanakan penjadwalan ulang penerbangan hari ini yang akan memengaruhi pergerakan penerbangan," demikian pemberitahuan otoritas bandara yang dipublikasikan pada Selasa.

Maskapai penerbangan nasional Hong Kong, Cathay Pacific, mengumumkan telah membatalkan lebih dari 200 penerbangan masuk dan keluar bandara pada Selasa.

Cathay Pacific menyatakan hanya akan mengoperasikan sejumlah penerbangan transit. Papan penerbangan bandara Hong Kong menunjukkan sejumlah maskapai seperti Emirates Airline dan Virgin Australia dijadwalkan untuk mengudara pada Selasa.

Protes lebih lanjut diperkirakan akan berlangsung pada Selasa dan para penumpang diminta untuk memastikan kembali status penerbangan mereka sebelum bepergian.

Salah satu bandara tersibuk di dunia itu menyalahkan demonstrasi atas gangguan penerbangan pada Senin. Namun, pemicu jelas atas pembatalan penerbangan tidak jelas karena pengunjuk rasa yang menduduki aula kedatangan sejak Jumat (9/8) telah menjalankan aksi protes damai.

Sebagian besar pengunjuk rasa telah meninggalkan bandara tidak lama setelah Selasa dini hari, dilaporkan hanya sekitar 50 demonstran yang masih bertahan hingga pagi hari.

Sponsored

Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam pada Selasa mengatakan bahwa kegiatan melanggar hukum atas nama kebebasan yang dilakukan para demonstran telah merusak aturan hukum. Dia menambahkan, pemulihan wilayah yang terdampak protes akan memakan waktu yang lama.

Pada Senin, China mengatakan protes di Hong Kong telah mencapai titik kritis. Protes itu awalnya dimulai sebagai bentuk penentangan terhadap RUU ekstradisi yang telah ditangguhkan. Kini, protes itu menjadi seruan yang lebih luas untuk reformasi demokrasi.

"Para pemrotes kerap menggunakan alat-alat yang sangat berbahaya untuk menyerang polisi dalam demonstrasi beberapa hari terakhir. Hal itu merupakan kejahatan serius dengan tanda-tanda awal tindakan terorisme," kata juru bicara Kantor Urusan Hong Kong dan Makau Yang Guang di Beijing.

Sejumlah pakar hukum Hong Kong mengatakan bahwa deskripsi resmi aksi pemrotes sebagai tindakan "terorisme" dapat mengarah pada penggunaan UU anti-teror terhadap mereka.

Pada Selasa, Konsul Muda Penerangan dan Sosial-Budaya KJRI Hong Kong Fajar Kurniawan menyampaikan bahwa situasi sejak pagi di bandara berangsur normal.

"Sejumlah penerbangan dari bandara Hong Kong sudah beroperasi kembali. Namun, dibutuhkan waktu dan pengaturan lebih lanjut untuk ratusan penerbangan yang dibatalkan sejak kemarin sore," jelas Fajar kepada Alinea.id.

Sebelumnya, pada Senin, KJRI Hong Kong merilis imbauan terhadap WNI yang berada di kota itu. Mereka meminta WNI yang memiliki rencana penerbangan ke luar Hong Kong dalam beberapa hari ke depan untuk menghubungi agen perjalanan atau maskapai penerbangan untuk memastikan kembali status penerbangan mereka.

KJRI Hong Kong juga meminta WNI untuk mencari tempat tinggal atau akomodasi sementara sampai mendapatkan kepastian jadwal penerbangan berikutnya.

Cathay Pacific minta staf tidak dukung demonstrasi

Pada Senin, Cathay Pacific memperingatkan stafnya bahwa mereka yang mendukung atau berpartisipasi dalam protes di Hong Kong dapat dipecat.

"Penting untuk diingat bahwa tindakan dan kata-kata karyawan kami yang dilakukan di luar jam kerja dapat memiliki efek signifikan pada perusahaan," tutur CEO Cathay Pacific Rupert Hogg dalam sebuah memo yang diedarkan kepada karyawan.

Hogg menegaskan bahwa fokus utama maskapai adalah untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para pelanggan.

"Kami memiliki profil tinggi di masyarakat dan tindakan karyawan kami ... Akan diperlakukan sebagai hal yang mewakili posisi perusahaan," tutur Hogg.

Pekan ini merupakan pekan ke-10 protes telah berlangsung, dengan bentrokan antara demonstran dan polisi yang semakin keras. Kelompok hak asasi manusia dan aktivis demokrasi menuduh polisi menggunakan kekerasan berlebihan untuk menangani demonstran.

Setidaknya 40 orang dirawat di rumah sakit setelah bentrokan antara pengunjuk rasa anti-pemerintah dan polisi pada Minggu (11/8). 

Demonstrasi yang semakin keras telah menjerumuskan pusat keuangan Asia itu ke dalam krisis politik paling parah dalam beberapa dekade terakhir.

Para pengunjuk rasa mengatakan mereka memerangi erosi perjanjian "satu negara, dua sistem" yang menjamin sejumlah keistimewaan dan kebebasan bagi Hong Kong. Perjanjian tersebut disepakati ketika Inggris mengembalikan kota itu ke China pada 1997. (Reuters, Al Jazeera, The Guardian dan CNN)