sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

PBB ajukan bantuan US$2 miliar untuk lawan Covid-19

Dana tersebut akan membantu sejumlah negara berkembang paling rentan selama sembilan bulan ke depan untuk mengatasi penyebaran Covid-19.

Valerie Dante
Valerie Dante Kamis, 26 Mar 2020 15:58 WIB
PBB ajukan bantuan US$2 miliar untuk lawan Covid-19
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Rabu (25/3) mengajukan bantuan sebesar US$2 miliar untuk menolong negara-negara yang paling rentan di dunia mengatasi pandemik coronavirus jenis baru.

"Covid-19 mengancam seluruh umat manusia, sehingga kita semua harus bersatu melawannya,"  kata Guterres dalam konferensi pers virtual.

Guterres menjelaskan, dana tersebut akan membantu sejumlah negara berkembang paling rentan selama sembilan bulan ke depan untuk mengatasi penyebaran coronavirus jenis baru. Ada sekitar 20 negara yang masuk dalam daftar prioritas bantuan seperti Afghanistan, Libya, Suriah, Sudan, Yaman, Venezuela, dan Ukraina.

"Jika kita tidak bertindak tegas sekarang, saya khawatir virus tersebut akan menyebar secara luas di negara-negara yang rentan," jelas dia.

Guterres memaparkan, US$2 miliar tersebut akan mendanai rencana aksi yang meliputi langkah-langkah untuk meningkatkan kesadaran publik tentang cara memperlambat penyebaran virus, memperluas pengujian tes Covid-19, dan mendorong perawatan bagi mereka yang paling berisiko tertular.

Selain itu, rencana aksi tersebut juga akan mengalokasikan sumber daya yang memadai untuk melindungi pekerja kesehatan dan kemanusiaan yang berada di garis depan.

Dana US$2 miliar akan digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk mendirikan fasilitas cuci tangan di kamp-kamp pengungsi, meluncurkan kampanye kesadaran publik, serta mengirim bantuan medis ke sejumlah kawasan yang sangat membutuhkan seperti Afrika, Asia, dan Amerika Latin.

"Jika kalian mendukung rencana ini secara politis dan finansial, maka kita dapat menyelamatkan banyak nyawa serta memperlambat penyebaran pandemik," tutur Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus kepada para pemimpin dunia.

Sponsored

Guterres menjelaskan, Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (UNOCHA), bersama dengan WHO dan mitra PBB lainnya, akan mengoordinasikan penggalangan dana beserta penyalurannya.

Kepala UNOCHA Mark Lowcock mengatakan bahwa dia akan menggelontorkan US$60 juta dari dana darurat internal badan tersebut untuk memulai penggalangan dana itu. Dia mendorong negara-negara maju mengambil langkah yang sama.

"Banyak negara yang telah mengembangkan paket stimulus untuk mendorong ekonomi nasional, tetapi akan sangat baik jika setiap negara maju memberikan sedikit uang mereka untuk membantu penanganan coronavirus di negara-negara rentan," jelas Lowcock.

Pada Kamis (26/3), para pemimpin G20 akan mengadakan KTT virtual. Sebelumnya, pada Senin (23/3), Sekjen Guterres telah menulis surat terbuka kepada para pemimpin G20, mendesak mereka untuk membuat paket ekonomi yang dapat membantu upaya penanganan krisis kesehatan global akibat Covid-19 di negara-negara miskin. (Voice of America dan Al Jazeera)

Berita Lainnya