logo alinea.id logo alinea.id

PBB beri status pengungsi bagi wanita Arab Saudi yang cari suaka

Rahaf, seorang remaja Arab Saudi, mengklaim dirinya terancam dibunuh oleh keluarganya karena telah berpindah keyakinan.

Valerie Dante
Valerie Dante Kamis, 10 Jan 2019 10:23 WIB
PBB beri status pengungsi bagi wanita Arab Saudi yang cari suaka

Wanita Arab Saudi bernama Rahaf Mohammed al-Qunun telah resmi mendapat status pengungsi oleh PBB. Kini, Kementerian Dalam Negeri Australia sedang mempertimbangkan permintaan suakanya.

Sebelumnya, remaja berusia 18 tahun itu sempat membarikade dirinya di sebuah kamar hotel yang terletak di area transit Bandara Internasional Suvarnabhumi pada Minggu (6/1) untuk mencegah upaya mendeportasinya ke Arab Saudi. Rahaf mengklaim dirinya terancam dibunuh oleh keluarganya karena telah berpindah keyakinan.

Pada Rabu (9/1), setelah mempelajari kasus Rahaf, Badan Pengungsi PBB (UNHCR) resmi menyatakan statusnya sebagai pengungsi. UNHCR kemudian merujuknya ke pemerintah Australia, tujuan suakanya, untuk memproses relokasi tempat tinggal.

Kemendagri Australia mengungkapkan bahwa mereka akan meninjau rujukan dan klaim suaka tersebut, seperti yang umumnya mereka lakukan untuk rujukan UNHCR lainnya.

Seorang juru bicara UNHCR menyebut, sebelum solusi jangka panjang ditemukan, Rahaf berada di bawah perlindungan mereka.

"Dia berada di tempat yang aman di Bangkok untuk saat ini," ujar jubir tersebut.

Menteri Dalam Negeri Australia Peter Dutton pada Rabu menegaskan bahwa tidak akan ada perlakuan khusus bagi Rahaf, meski pun kasusnya telah mendunia.

Direktur Human Rights Watch (HRW) Australia Elaine Pearson mendesak agar pemerintah Negeri Kanguru bertindak cepat untuk membawanya dengan aman ke Australia. 

Sponsored

"Dia adalah seorang remaja Arab Saudi yang telah mendunia," ungkap Pearson. "Dia lebih terekspos risiko dibanding pengungsi lain, tidak hanya dari keluarganya, tetapi ancaman yang dia hadapi di dunia maya dan dari pemerintah Arab Saudi."

"Kita semua tahu kemampuan Arab Saudi. Saya berharap setelah klaim suakanya ditinjau, pemerintah Australia akan bertindak cepat untuk membawanya keluar dari Thailand dan memindahkannya ke tempat yang aman."

Sebelum keputusan pemberian status pengungsi oleh UNHCR ini, pemerintah Australia menyatakan telah mempertimbangkan untuk memberikan visa kepada Rahaf jika dia dinyatakan sebagai pengungsi oleh PBB.

Namun, menurut laporan dari The Guardian, pada Selasa (8/1) teman dekat Rahaf, Nourah Alharbi, mengatakan bahwa Australia justru membatalkan visa turis milik Rahaf.

Rahaf ditahan saat tiba di Bangkok dan ditolak masuk ke Thailand, negara transitnya. Dia kabur saat sedang bepergian dengan keluarganya di Kuwait untuk mencari suaka di Australia.

Senator Partai Hijau Australia Sarah Hanson-Young meminta pemerintah untuk menunjukkan kepemimpinan moral dan segera bertindak untuk menawarkan suaka bagi Rahaf.

"Sudah waktunya untuk membawa wanita muda pemberani ini ke Australia untuk memulai hidup baru sebagai wanita yang bebas," tuturnya.

Dukungan bagi Rahaf pun terus datang, sebuah kelompok bernama Secret Sisterhood bahkan telah membuat akun GoFundMe untuk menggalang dana bagi remaja Arab Saudi itu begitu dia dimukimkan ke negara lain.

Sumber : The Guardian