sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Utusan Myanmar minta PBB hentikan kudeta militer

Dubes Kyaw mengatakan kepada Majelis Umum PBB bahwa dia berbicara atas nama pemerintah dari pemimpin terpilih, Aung San Suu Kyi.

Valerie Dante
Valerie Dante Sabtu, 27 Feb 2021 14:20 WIB
Utusan Myanmar minta PBB hentikan kudeta militer
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Utusan Myanmar untuk PBB Duta Besar Kyaw Moe Tun mendesak PBB untuk menggunakan segala cara yang diperlukan demi menghentikan kudeta militer di negara tersebut.

Dubes Kyaw mengatakan kepada Majelis Umum PBB, bahwa dia berbicara atas nama pemerintah dari pemimpin terpilih, Aung San Suu Kyi.

"Saya mengimbau PBB untuk menggunakan segala cara yang diperlukan untuk mengambil tindakan terhadap militer Myanmar, serta memastikan keselamatan dan keamanan bagi rakyat," tuturnya pada Jumat (26/2).

Myanmar telah berada dalam krisis sejak militer merebut kekuasaan pada 1 Februari dan menahan Suu Kyi beserta sebagian besar petinggi partainya.

Militer, yang biasa disebut Tatmadaw, menuduh adanya kecurangan dalam pemilu pada November 2020 yang dimenangkan secara telak oleh partai yang dipimpin Suu Kyi, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD).

Kudeta tersebut menyebabkan ratusan ribu pengunjuk rasa turun ke jalan-jalan di Myanmar dan menuai kecaman dari negara-negara Barat, dengan beberapa dari mereka menjatuhkan sanksi terhadap kepemimpinan Tatmadaw.

"Kami membutuhkan tindakan sekuat mungkin dari komunitas internasional untuk segera mengakhiri kudeta militer, menghentikan penindasan terhadap orang-orang yang tidak bersalah, dan memulihkan demokrasi," kata Dubes Kyaw kepada 193 anggota Majelis Umum PBB.

Dia tampak emosional saat membaca pernyataan atas nama sekelompok politikus terpilih yang menurutnya mewakili pemerintah yang sah.

Sponsored

Menyampaikan kata-kata terakhirnya dalam bahasa Burma, dia melakukan hormat tiga jari kepada para pengunjuk rasa prodemokrasi sembari mengatakan bahwa tujuan mereka akan tercapai.

Para penentang kudeta memuji diplomat itu sebagai pahlawan dan membanjiri media sosial dengan pesan terima kasih.

Utusan khusus PBB untuk Myanmar Christine Schraner Burgener mendorong PBB untuk memberikan sinyal yang jelas dalam mendukung demokrasi secara kolektif.

Dia mengatakan kepada Majelis Umum PBB bahwa tidak boleh ada negara yang mengakui atau melegitimasi junta di Myanmar.

Utusan China tidak mengkritik kudeta itu dan mengatakan bahwa situasi politik di Myanmar adalah urusan dalam negeri mereka.

Lokasi Suu Kyi tidak diketahui

Sementara itu, ketidakpastian tumbuh atas keberadaan Suu Kyi pada Jumat, ketika situs web independen Myanmar Now mengutip pejabat NLD yang mengatakan bahwa dia telah dipindahkan dari tahanan rumah ke lokasi yang dirahasiakan.

Para pengunjuk rasa turun ke jalan setiap hari selama lebih dari tiga minggu menuntut pembebasan Suu Kyi dan pengakuan atas hasil pemilu tahun lalu.

Lebih banyak protes direncanakan untuk berlangsung pada akhir pekan ini.

Sumber : ABC News

Berita Lainnya