logo alinea.id logo alinea.id

Pejabat Taiwan dan AS bertemu, China keberatan

China meminta AS menghentikan keterlibatan diplomatiknya dengan Taiwan, pulau yang mereka sebut sebagai provinsi pemberontak.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Selasa, 28 Mei 2019 14:30 WIB
Pejabat Taiwan dan AS bertemu, China keberatan

China mendesak pemerintahan Donald Trump untuk menghentikan keterlibatan diplomatik dengan Taiwan. Desakan ini muncul setelah pertemuan antara pejabat tinggi Amerika Serikat dan Taiwan.

Dalam bulan ini,  penasihat keamanan nasional AS John Bolton dilaporkan bertemu dengan salah satu pejabat tinggi pertahanan Taiwan, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional David Lee, yang tengah mengunjungi AS.

Kantor berita Taiwan CNA menyebutkan bahwa itu merupakan pertemuan pertama antara penasihat keamanan utama kedua negara sejak 1979, ketika Washington memutus hubungan formal dengan Taipei.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Lu Kang pada Senin mengatakan, pihaknya menyesalkan dan sangat keberatan dengan pertemuan itu. Lu Kang mendesak AS untuk berhenti melakukan pertemuan atau meningkatkan hubungan substantif dengan Taiwan.

Taiwan dan China terpisah pada akhir perang saudara 1949. AS sendiri hanya memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Beijing.

"Prinsip 'Satu China' adalah dasar politik atas hubungan China-AS. Kami tegas menentang keterlibatan AS dalam kontak resmi dengan Taiwan dalam bentuk apapun dengan dalih apapun," ujar Lu Kang. "Kami juga menentang dengan tegas segala upaya untuk menciptakan 'Dua China' atau 'Satu China, Satu Taiwan'. Ini adalah posisi kami yang jelas dan konsisten."

Saat China dan AS terlibat dalam perang dagang, Washington dikabarkan membangun hubungan yang lebih dekat dengan Taiwan, pulau yang oleh China disebut provinsi pembangkang.

Pada Sabtu, Taiwan mengumumkan telah mengganti nama perwakilannya di Washington menjadi Taiwan Council for U.S. Affairs dari sebelumnya Coordination Council for North American Affairs. Ini menandai kali pertama sebuah organisasi pemerintah Taiwan memiliki nama dengan unsur 'Taiwan' dan 'AS'.

Sponsored

Pergantian nama itu dilakukan setelah berdiskusi dengan AS.

Kementerian Luar Negeri Taiwan mentwit pihaknya benar-benar menyukai nama baru tersebut.

Dan pada Maret, Presiden Taiwan Tsai Ing-wen mengumumkan dia ingin membeli senjata baru yang canggih dari AS.

Pernyataan terbaru Beijing muncul saat Taiwan memulai latihan tahunan Han Kuang pada Selasa (28/5). Latihan militer ini bertujuan untuk memastikan kesiapan pulau itu atas invasi China. (CNN dan ABC News)