sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Pelajar Australia hilang di Korea Utara, ditahan?

Alek Sigley terakhir mentwit pada Senin (24/6), dalam bahasa Korea dan Inggris.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Kamis, 27 Jun 2019 18:54 WIB
Pelajar Australia hilang di Korea Utara, ditahan?

Seorang pelajar Australia yang belajar di Korea Utara dilaporkan hilang, setelah keluarganya mengatakan mereka tidak mendengar kabar darinya dalam dua hari.

Juru bicara keluarga Alek Sigley (29) mengatakan, pria itu "tidak melakukan kontak digital" dengan teman-teman dan keluarga sejak Selasa pagi waktu Australia, yang mana itu "tidak biasa baginya."

Infrastruktur komunikasi Korea Utara tetap saja tertinggal meski telah dimodernisasi dalam beberapa tahun terakhir.

Juru bicara keluarga, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, menambahkan bahwa belum ada konfirmasi apakah Sigley telah ditahan.

Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Australia pada Rabu (26/6) mengatakan bahwa pihaknya memberikan layanan konsuler kepada keluarga seorang pria Australia yang telah dilaporkan ditahan di Korea Utara. Namun, mereka tidak menyebutkan nama dengan alasan privasi.

Sigley sedang mempelajari sastra Korea di Universitas Kim Il Sung, institusi pendidikan tinggi paling bergengsi di Korea Utara. Dari laman Twitter-nya diketahui bahwa dia juga mendirikan grup wisata bernama Tongil Tours.

Dia telah menulis pengalamannya untuk situs khusus Korea Utara, NK News, dan pada awal tahun ini tulisannya juga dimuat di The Guardian dengan tajuk "I'm the only Australian living in North Korea. Let me tell you about it".

Akun Twitter Sigley populer di kalangan pengamat Korea Utara karena dia merupakan satu dari sedikit orang yang secara teratur dan langsung mentwit dari Pyongyang.

Sponsored

Internet domestik Korea Utara tidak terhubung ke dunia luar.

Twit terakhir Sigley diunggah pada Senin (24/6), dalam bahasa Korea dan Inggris. Twit itu menunjukkan papan nama baru di atas Hotel Ryugyong, gedung pencakar langit terkemuka Korea Utara yang belum selesai dibangun.

Dalam pernyataan pihak keluarga disebutkan, Sigley pertama kali mengunjungi Korea Utara pada 2012. Pemuda itu fasih berbahasa Korea dan Mandarin.