sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pemerintah pulangkan Siti Aisyah ke keluarga

Menlu Retno menekankan bahwa pembebasan Siti Aisyah berhasil dicapai melalui proses hukum yang sangat panjang dan rumit.

Valerie Dante
Valerie Dante Senin, 11 Mar 2019 19:19 WIB
 Pemerintah pulangkan Siti Aisyah ke keluarga
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 252923
Dirawat 58788
Meninggal 9837
Sembuh 184298

Siti Aisyah, warga negara Indonesia yang dituduh terlibat dalam pembunuhan Kim Jong-nam akhirnya bertemu dengan ayah dan ibunya, Asria dan Benah, dalam upacara serah terima di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Senin (11/3).

"Sore hari ini, secara resmi atas nama pemeritnah RI, saya serahkan saudari Siti Aisyah kepada pihak keluarga," kata Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi. 

Pada Senin pagi, hakim di Pengadilan Tinggi Syah Alam, Selangor, Malaysia, membebaskan Siti Aisyah dari segala dakwaan atas kasus pembunuhan Kim Jong-nam, yang merupakan kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. 

Di awal persidangan, Jaksa Penuntut Umum Muhammad Iskandar Ahmad meminta agar tuduhan pembunuhan terhadap Siti dicabut dan agar dia dibebaskan. Hakim pun menyetujui permintaan tersebut.

"Terima kasih masyarakat dan teman-teman media, saya sangat bahagia hari ini bisa bertemu keluarga saya," tutur Siti Aisyah dengan suara bergetar.

Asria dan Benah pun menyampaikan rasa syukurnya kepada Kemlu RI, Kementerian Hukum dan HAM, Badan Intelijen Indonesia (BIN), dan Kepolisian Negara RI yang telah bekerja sama membantu proses pemulangan putri mereka.

"Saya beribu-ribu terima kasih atas bantuan pemeritnah kita, atas bantuan sekecil hingga sebesar apa pun. Terima kasih sudah membantu dan membebaskan anak saya," ungkap Asria. 

Menlu Retno menekankan bahwa pembebasan Siti Aisyah berhasil dicapai melalui proses hukum yang sangat panjang dan rumit.

Sponsored

"Proses hukum terus kita perjuangkan selama kurang lebih dua tahun. Pendampingan hukum oleh pemerintah RI telah diberikan sejak kasus ini muncul," jelasnya.

Prioritas utama pemerintah Indonesia, lanjut Retno, adalah agar Siti Aisyah mendapatkan persidangan yang adil di Kuala Lumpur.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Hukum dan HAM RI Yasonna Laoly menyatakan bahwa pemerintah pun terkejut atas keputusan Jaksa Penuntut Umum pada pagi ini.

"Waktu jaksa menyampaikan keputusan, kaget juga, tidak menyangka. Ini adalah sukacita besar yang dicapai melalui proses panjang dan melelahkan," kata Yasonna.

Hakim memutuskan memberi Siti Aisyah Discharge Not Amounting to Acquittal yang berarti wanita berusia 26 tahun itu dibebaskan karena keadaan kurang bukti tetapi masih mungkin dituntut dan disidang bila ditemukan bukti baru dalam kasus yang sama.

Bukti baru tersebut termasuk bila sidang salah satu tersangka lainnya, Doan Thi Huong dari Vietnam, menunjukkan ada keterlibatan Siti Aisyah.

Siti Aisyah dan Doan didakwa membunuh Kim Jong-nam dengan mengoleskan racun saraf XV di wajahnya saat berada di Bandara Internasional Kuala Lumpur pada 13 Februari 2017.

Kedua wanita itu membantah telah terlibat dalam pembunuhan Kim Jong-nam dan kompak meyakini mereka dijebak untuk ambil bagian dalam misi pembunuhan oleh agen Korea Utara.

Berita Lainnya
×
img