sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Pemilik Duty Free Americas mendanai pemukiman ilegal Yahudi

Keluarga Falic menyumbangkan setidaknya US$5,6 juta untuk organisasi pemukim Yahudi di Tepi Barat selama dekade terakhir.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Selasa, 02 Jul 2019 16:30 WIB
Pemilik Duty Free Americas mendanai pemukiman ilegal Yahudi
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 2491
Dirawat 2090
Meninggal 209
Sembuh 192

Keluarga Falic asal Florida, pemilik Duty Free Americas yang beroperasi di 15 negara, mendanai sebuah yayasan di Israel yang menyumbang untuk organisasi pemukim Yahudi di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

Investigasi Associated Press (AP) menunjukkan bahwa keluarga itu telah mendonasikan setidaknya US$5,6 juta selama dekade terakhir.

Keluarga Falic menjadi contoh utama bagaimana donor kaya Amerika Serikat mendukung gerakan pemukiman yang kontroversial. Nyaris seluruh dunia menegaskan bahwa pemukiman Yahudi di Tepi Barat dan Yerusalem Timur adalah hambatan bagi perdamaian, namun Israel hanya menganggapnya soal wilayah yang disengketakan.

Falic menyokong pula kelompok-kelompok Yahudi yang secara diam-diam membeli properti Palestina di Yerusalem Timur, dan membantu mengembangkan pos pemukiman yang ilegal di Tepi Barat.

Mereka mendukung kelompok-kelompok yang mendorong pendirian Bait Ketiga atau Third Temple di Kompleks Masjid Al Aqsa, Yerusalem. Selain itu, mereka juga telah memberikan lebih banyak donasi kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, seorang pendukung kuat pemukiman, dan telah menyumbang kepada para petinggi Partai Likud lainnya.

Menanggapi permintaan AP untuk berkomentar, melalui kuasa hukumnya, Simon Falic, yang berbicara atas nama keluarga mengatakan bahwa orang-orang Yahudi harus bisa tinggal di mana saja di tanah suci, apakah itu Israel, Yerusalem Timur yang dicaplok Israel atau Tepi Barat. 

Simon mengutuk kekerasan dan mengklaim bahwa kelompok yang didukungnya tidak melakukan sesuatu yang ilegal di bawah hukum Israel.

"Kami bangga mendukung organisasi yang membantu mempromosikan kehidupan Yahudi di seluruh tanah Israel. Gagasan bahwa keberadaan Yahudi di wilayah manapun merupakan penghalang bagi perdamaian, tidak masuk akal bagi kami," ungkap Simon.

Sponsored

Bagi masyarakat internasional pemukiman Yahudi melanggar hukum internasional, yang melarang kekuatan pendudukan memindahkan warganya ke wilayah yang mereka duduki.

Sejak Israel merebut Tepi Barat dan Yerusalem Timur dalam Perang Enam Hari pada 1967, populasi pemukim Yahudi tumbuh menjadi sekitar 700.000 orang atau sekitar 10% dari populasi Yahudi Israel. Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah tersebut meningkat menyusul kebijakan pemerintahan Netanyahu yang pro-pemukiman dan sikap yang jauh lebih toleran yang ditunjukkan oleh Donald Trump.

Pertumbuhan ini sebagian didorong oleh kelompok-kelompok pemukiman terkemuka di AS. Menurut sebuah penyelidikan terkait pajak oleh Haaretz, organisasi penggalangan dana di AS mengumpulkan lebih dari US$230 juta untuk pemukiman antara 2009 dan 2013 saja.

"Donor asing sayap kanan adalah pilar dari perusahaan pemukiman itu," ungkap Peace Now, sebuah kelompok pengawas antipemukiman Israel.

Donor pemukiman Yahudi terkemuka lainnya termasuk raja kasino Sheldon Adelson, miliarder Ira Rennert, pemodal Roger Hertog dan Duta Besar AS untuk Israel David Friedman. Nama-nama puluhan pendonor lain yang kurang dikenal menghiasi bangunan-bangunan, taman-taman bermain bahkan bangku taman di seluruh Tepi Barat.

Di antara mereka, keluarga Falic termasuk yang menonjol dan memiliki hubungan dekat dengan para politikus Israel terkemuka. Kritikus menyatakan bahwa kegiatan-kegiatan keluarga itu yang disebut sebagai filantropi yang tidak berbahaya telah merugikan rakyat Palestina.

Duty Free Americas dipimpin oleh tiga bersaudara, yaitu Simon, Jerome dan Leon. Tahun lalu, menurut Leon, perusahaan swasta itu membukukan penjualan lebih dari US$1,65 miliar.

Keluarga itu memiliki dua organisasi amal utama, Falic Family Private Foundation yang bermarkas di AS dan Segal Foundation yang berada di Israel. Menurut tax filing, selama dekade terakhir hingga 2017, yayasan di AS mendistribusikan sekitar US$20 juta ke berbagai organisasi Yahudi di seluruh dunia.

Pada periode yang sama, yayasan mereka di Israel memberikan sekitar US$15 juta. Laporan keuangan tidak menguraikan penerima, tetapi analisis AP berdasarkan catatan pajak, lebih dari 20 organisasi pemukiman menerima setidaknya US$5,6 juta dalam bentuk donasi.

Boleh jadi aktivitas keluarga Falic yang paling kontroversial adalah di Hebron, sebuah kota di mana ratusan Yahudi ultra-nasionalis tinggal di daerah kantong yang dijaga ketat di tengah sekitar 200.000 warga Palestina.

Hubungan antar populasi sangat tegang dan beberapa pemimpin Yahudi adalah pengikut dari rabi Meir Kahane yang telah meninggal, yang partai Kach-nya dilarang di Israel pada 1980-an karena menyerukan pengusiran massal orang-orang Arab dari negara itu. AS mencap Kach sebagai kelompok teroris.

Menurut analisis AP, keluarga Falic menyumbang sekitar US$600.000 untuk Hachnasat Orchim Hebron, sebuah kelompok yang menampung pengunjung ke komunitas Yahudi. Baruch Marzel, mantan ajudan Kahane, sangat terlibat. 

Simon menuturkan bahwa hubungan keluarganya dengan Marzel terjalin lewat "proyek indah" yang mendistribusikan makanan ringan kepada tentara Israel yang melindungi pemukim Hebron.

"Meskipun saya tidak setuju dengan semua yang dia katakan, pekerjaan yang telah kami lakukan yang berafiliasi dengan komunitas Hebron adalah positif, tidak kontroversial dan meningkatkan kehidupan komunitas Yahudi di wilayah Hebron, yang mana sangat kami dukung," jelas Simon.

Issa Amro, seorang aktivis Palestina di Hebron, tidak setuju. Dia mengatakan proyek yang tampaknya tidak berbahaya itu melayani pemukim Yahudi dengan mengorbankan Palestina.

"Kami menderita kekerasan dari para pemukim," katanya. "Ketika saya memberi tahu tentara, 'lindungilah saya,' mereka mengatakan, 'Kami tidak di sini untuk melindungi Anda. Kami bersama rakyat kami sendiri, yang mana adalah para pemukim.'" (Haaretz)

Opsi lockdown yang diabaikan Jokowi...

Opsi lockdown yang diabaikan Jokowi...

Senin, 06 Apr 2020 06:02 WIB
Menagih janji keringanan cicilan utang

Menagih janji keringanan cicilan utang

Senin, 06 Apr 2020 05:43 WIB
Berita Lainnya