logo alinea.id logo alinea.id

Pemimpin oposisi Venezuela janjikan aksi protes pamungkas

Guaido tengah menyiapkan 'Operation Liberty' untuk mendongkel Maduro dari kursi presiden.

Christian D Simbolon
Christian D Simbolon Minggu, 07 Apr 2019 20:57 WIB
Pemimpin oposisi Venezuela janjikan aksi protes pamungkas

Pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido menjanjikan gelombang aksi pamungkas untuk mengakhiri rezim Nicolas Maduro. Di hadapan ribuan pendukungnya di Caracas, Guaido mengungkapkan ia tengah menyiapkan 'Operation Liberty' untuk mendongkel Maduro dari kursi presiden. 

"Untuk semua yang saat ini masih berada di jalanan, mari kita mulai fase akhir perebutan kekuasaan," ujar Guaido dari atas sebuah mobil pick up seperti dikutip AFP, Sabtu (6/4). 

Sejalan dengan rencana itu, Guaido menyerukan agar para pendukungnya menggelar protes besar-besaran di seluruh Venezuela, Rabu (10/4) mendatang. "Peningkatan eskalasi tekanan politik terbesar sepanjang sejarah Venezuela telah dimulai," kata Guaido.

Seruan aksi protes pamungkas yang diutarakan Guaido muncul di tengah pemadaman listrik masif dan darurat air bersih di seantero Venezuela selama beberapa pekan terakhir.

Pada kesempatan itu, Guaido juga mengingatkan Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel untuk tidak lagi mengharapkan aliran minyak 'murah' dari Venezuela. 

"Eksploitasi minyak Venezuela berakhir. Jadi, tuan Diaz...minyak Venezuela tidak akan lagi digunakan sebagai alat untuk melemahkan dan menyidik pejabat-pejabat militer-militer kami," ujar dia. 

Venezuela diketahui membarter minyak mentahnya dengan tenaga kerja kasar dan tenaga medis dari Kuba. Namun, menurut Guaido, minyak dijadikan alat untuk membiayai kelompok intelijen Kuba bernama G2 yang tugasnya membasmi oposisi di militer Venezuela. 

Pada hari yang sama, kelompok pro-Maduro yang mayoritas mengenakan pakaian berwarna merah juga menggelar aksi unjuk rasa di depan Istana Kepresidenan Miraflores di Caracas. 

Sponsored

Kepada para pendukungnya, Maduro mengklaim infrastruktur kelistrikan Venezuela hancur karena serangan yang dilakukan Cile dan Kolombia dibantu Amerika Serikat. 

Maduro pun meminta Meksiko dan Uruguay untuk meluncurkan kembali proposal dialog guna menyelesaikan krisis di negaranya tanpa interevensi asing. "Bersama, mari kita pertahankan kedamaian dan kemerdekaan kita. Tidak ada lagi intervensi," ujar Maduro.