logo alinea.id logo alinea.id

Pemungutan suara Brexit kembali digelar awal Juni

Pemungutan suara mendatang diharapkan akan meloloskan proposal Brexit pemerintah demi memuluskan proses perceraian dengan Uni Eropa.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Rabu, 15 Mei 2019 20:28 WIB
Pemungutan suara Brexit kembali digelar awal Juni

Pemungutan suara Brexit akan kembali digelar pada awal Juni, terlepas dari apakah pemerintah dan Buruh telah mencapai kesepakatan pada saat itu.

Downing Street menekankan bahwa dukungan bagi proposal pemerintah yang akan memuluskan jalan bagi Brexit adalah keharusan jika Inggris ingin meninggalkan Uni Eropa sebelum reses Musim Panas.

Sumber-sumber di Partai Buruh menuturkan mereka tidak akan mendukung RUU itu tanpa kesepakatan lintas partai.

Upaya untuk menemukan kompromi lintas partai dimulai setelah kesepakatan Brexit PM May ditolak tiga kali oleh parlemen. Sumber-sumber di pemerintah menyatakan bahwa tidak akan ada upaya lebih lanjut jika rencana itu ditolak.

PM May dan pemimpin Partai Buruh Jeremy Bernard Corbyn dilaporkan bertemu pada Selasa (14/5) malam. Downing Street menggambarkan diskusi keduanya berfaedah dan konstruktif.

Menteri Brexit Steve Barclay mengatakan, "Sekarang saatnya bagi parlemen untuk membuat keputusan, yang mencerminkan manifesto partai Konservatif dan Buruh pada pemilu terakhir dan untuk memberikan Brexit lewat cara yang dijanjikan ke publik."

Dalam pemilu 2017, kedua partai utama dalam manifestonya berjanji untuk menghormati hasil referendum Brexit.

Menteri Perdagangan Internasional Liam Fox mengatakan bahwa jika anggota parlemen tidak menyokong proposal Brexit pemerintah bulan depan, maka itu akan membawa Inggris ke potensi pencabutan Pasal 50 atau Brexit tanpa kesepakatan.

Sponsored

Fox menegaskan bahwa anggota parlemen hanya harus memutuskan apakah menginginkan Brexit atau tidak.

Pemimpin Democratic Unionist Party (DUP) di Westminster Nigel Dodds mengungkapkan, "Jika PM membawa proposal penarikan ke parlemen, pertanyaannya adalah apa yang telah berubah? Kecuali dia bisa menunjukkan sesuatu yang baru yang dapat mengatasi isu backstop."

Backstop adalah bagian kontroversial dari proposal Brexit yang bertujuan untuk memastikan bahwa perbatasan di pulau Irlandia tetap terbuka jika Inggris meninggalkan Uni Eropa tanpa mengamankan kesepakatan yang mencakup semua.

Sumber : BBC