sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Penembakan di Kanada tewaskan 4 orang, pelaku menyerahkan diri

Belum terungkap jenis senjata apa yang digunakan pelaku dalam penembakan yang terjadi pada Senin (15/4) pagi.

Valerie Dante
Valerie Dante Selasa, 16 Apr 2019 17:43 WIB
 Penembakan di Kanada tewaskan 4 orang, pelaku menyerahkan diri

Seorang pria berusia 60 tahun yang diduga membunuh empat orang dalam serangkaian penembakan pada Senin (16/4) pagi di British Columbia, Kanada, telah menyerahkan diri.

Pengawas Royal Canadian Mounted Police Ted De Jager mengatakan bahwa pria bersenjata yang tidak disebutkan namanya itu menewaskan dua pria dan dua wanita di tiga lokasi yang berjarak sekitar tiga mil antara satu sama lain di kota Penticton.

De Jager menjelaskan, penembakan pertama dilaporkan terjadi pada 10.30 dan tersangka menyerahkan diri ke polisi pada 11.30 waktu setempat.

Para korban belum teridentifikasi karena masih menunggu konfirmasi identitas dari keluarga. Namun, polisi yakin pria bersenjata itu mengenal semua korban yang dia bunuh.

"Penyelidikan tetap berjalan, tapi kami yakin penembakan ini disengaja dan para korban sudah ditargetkan," kata De Jager dalam konferensi pers pada Senin.

Penembakan itu adalah yang paling mematikan yang pernah terjadi di Pentiction, sebuah kota berpenduduk 34.000 orang yang berjarak sekitar empat setengah jam perjalanan dari Vancouver.

Di seluruh provinsi itu, penembakan massal jarang terjadi. Peristiwa itu merupakan penembakan kelima di British Columbia yang menewaskan lebih dari empat orang. Terakhir kali penembakan serupa terjadi pada 1996 ketika pria bernama Mark Chalal membunuh sembilan orang di sebuah pernikahan.

Belum terungkap jenis senjata apa yang digunakan pria itu dalam serangan Senin pagi.

Sponsored

Pemilik senjata api di Kanada harus memiliki lisensi yang terdaftar. Sebelum mendapat lisensi, pihak berwenang akan memeriksa catatan kriminal masa lalu pembeli, kejahatan yang melibatkan senjata api, atau kekerasan terkait dengan penyakit mental selama lima tahun terakhir.

Pistol, senjata semi-otomatis, dan senjata otomatis harus didata oleh pemerintah federal, tetapi pada 2012 anggota parlemen menghapuskan daftar nasional terkait kepemilikan senjata api dan senapan.

Daftar nasional untuk kepemilikan senjata api pertama kali diperkenalkan pada 1995 sebagai tanggapan atas penembakan massal di sebuah sekolah di Montreal.

Tahun lalu, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengusulkan untuk memperluas tinjauan latar belakang bagi seluruh pemegang lisensi senjata api. Keputusan PM Trudaeu menuai kritik keras dari sejumlah pemilik senjata api.

Pada 2016, anggota parlemen di Quebec membuat daftar kepemilikan senjata untuk provinsi itu sendiri. UU itu memberikan pemiliknya hingga 29 Januari 2019 untuk mendaftarkan senjata api mereka ke pemerintah provinsi atau menghadapi denda hingga US$5.000.

Baru-baru ini, pemerintah Kanada melihat adanya peningkatan kejahatan yang menggunakan senjata api.

Pada 2018, tingkat pembunuhan yang menggunakan senjata api di Kanada mencapai level tertinggi dalam 10 tahun terakhir, sebagian besar disebabkan oleh penembakan antar geng.

Perdebatan terkait UU senjata api di Kanada memanas pada tahun lalu setelah penembakan di Toronto menewaskan dua orang dan melukai 13 lainnya pada Juli.

Sebagai tanggapan, Dewan Kota Toronto menyarankan pemerintah federal melarang penjualan pistol di kota itu, sementara Dewan Kota Montreal menyerukan agar pemerintah melarang penjualan senjata api di Kanada. (New York Times)

Gelora dan politik kanibal pemecah PKS

Gelora dan politik kanibal pemecah PKS

Rabu, 20 Nov 2019 19:35 WIB
Sepak terjang militer di pucuk pimpinan PSSI

Sepak terjang militer di pucuk pimpinan PSSI

Selasa, 19 Nov 2019 21:07 WIB