logo alinea.id logo alinea.id

Penembakan di luar sinagoge Jerman, dua orang tewas

Korban adalah seorang wanita yang ditembak di luar sinanoge dan pria yang tengah berada di dalam kedai kebab di dekatnya.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Kamis, 10 Okt 2019 12:06 WIB
Penembakan di luar sinagoge Jerman, dua orang tewas

Seorang pria bersenjata melepas tembakan di luar sebuah sinagoge di Jerman tepat pada perayaan Yom Kippur, hari paling suci dalam keyakinan Yahudi. Tragedi ini menewaskan dua orang. Pelaku menyiarkan aksinya secara langsung.

Sejumlah media Jerman menyebutkan bahwa pelaku bertindak sendirian pada Rabu (9/10), ketika beraksi di Kota Halle, Jerman timur. Korban adalah seorang wanita yang ditembak di luar sinagoge dan pria yang tengah berada di dalam kedai kebab di dekatnya.

Dua orang lainnya dilaporkan terluka parah, tetapi MDR menyebutkan bahwa mereka tidak dalam kondisi kritis.

Polisi menuturkan, mereka telah menahan satu orang, yang dilaporkan oleh Spiegel dan Focus Online adalah pria berusia 27 tahun bernama Stephan B. Di bawah UU privasi Jerman, nama lengkapnya tidak dapat dipublikasikan.

"Pasukan kami telah menahan satu orang. Namun, kami tetap waspada. Kami telah mengerahkan pasukan di dan sekitar Halle serta berusaha menstabilkan situasi sampai kami memiliki seluruh informasi yang relevan," twit kepolisian Halle.

Siaran video di anak perusahaan game Amazon, Twitch, menunjukkan seorang pria muda membuat pernyataan singkat dalam bahasa Inggris yang tidak sempurna sembari duduk di mobil yang diparkir sebelum melancarkan penembakan.

"Menurut saya Holocaust tidak pernah terjadi ... feminisme adalah penyebab penurunan angka kelahiran di Barat," kata pemuda itu sebelum kemudian dia menyinggung soal imigrasi massal.

Dia menyimpulkan, "Akar dari seluruh persoalan adalah Yahudi."

Sponsored

Pihak Amazon menegaskan bahwa Twitch akan menghapus konten tersebut dan akan secara permanen menangguhkan setiap akun yang ditemukan mengunggah ulang konten tindakan menjijikkan itu.

Sementara itu, ketua komunitas Yahudi Halle Max Privorozki menuturkan, "Kami menyaksikan melalui sistem kamera di sinagoge bahwa pelaku ... dengan helm baja dan sebuah senjata mencoba menembak pintu kami."

"Kami membarikade dari dalam dan menunggu polisi."

Privorozki menambahkan bahwa terdapat sekitar 70 hingga 80 orang di dalam sinagoge saat kejadian

Pemerintahan Jerman telah menyuarakan kemarahan atas serangan tersebut dan didesak bertindak lebih keras terhadap kekerasan anti-Semit. Kanselir Angela Merkel bahkan telah datang langsung ke sinagoge, di mana dia disambut dengan sejumlah orang yang memegang lilin dan bendera Israel.

Juru bicara Merkel mentwit, "Kita harus menentang segala bentuk anti-Semitisme."

Dari Israel, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengirim belasungkawa kepada keluarga korban. Dalam twitnya dia mengatakan, "Serangan teroris terhadap komunitas di Halle, Jerman, pada Yom Kippur, hari paling suci bangsa kita, adalah ungkapan lain bahwa anti-Semitisme meningkat di Eropa."

"Saya menyerukan pihak berwenang di Jerman untuk terus bekerja dengan gigih melawan fenomena anti-Semitisme."

Anti-Semitisme adalah isu yang sangat sensitif di Jerman, yang selama Perang Dunia II bertanggung jawab atas genosida 6 juta orang Yahudi. Sekitar 200.000 orang Yahudi hari ini hidup di Jerman, negara berpenduduk sekitar 83 juta orang.

Menteri Dalam Negeri Jerman Horst Seehofer mengatakan bahwa tragedi penembakan ini mencirikan anti-Semit. Dia menambahkan, "Menurut kantor kejaksaan federal, ada cukup indikasi bahwa itu mungkin merupakan motif ekstremis sayap kanan." (Reuters dan Al Jazeera)