sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pentagon: Sepertiga tentara AS tolak vaksin Covid-19

Hingga Rabu, total 916.575 dosis telah diberikan kepada personel Kementerian Pertahanan AS.

Valerie Dante
Valerie Dante Jumat, 19 Feb 2021 14:08 WIB
Pentagon: Sepertiga tentara AS tolak vaksin Covid-19
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.263.299
Dirawat 160.142
Meninggal 34.152
Sembuh 1.069.005

Wakil direktur operasi Staf Gabungan Pentagon, Mayor Jenderal Angkatan Udara, Jeff Taliaferro, pada Rabu (17/2) menuturkan bahwa sekitar sepertiga dari pasukan Amerika Serikat menolak vaksin Covid-19.

Meskipun vaksin tidak wajib bagi anggota militer, Taliaferro mengatakan kepada Mike Rogers, Republikan di parlemen, bahwa militer harus berbuat lebih banyak untuk membantu masyarakat memahami manfaatnya.

Tingkat penerimaan militer, bagaimanapun, lebih tinggi dari pada populasi umum, yang menurut Kaiser Family Foundation adalah sekitar 50%.

Hingga Rabu, total 916.575 dosis telah diberikan kepada personel Kementerian Pertahanan AS, dengan 359.000 tentara telah menerima suntikan pertama mereka dan 147.000 tentara telah divaksinasi penuh.

Taliaferro menambahkan, tentara AS tetap dapat diberikan penugasan meskipun mereka belum divaksinasi.

Mayor Jenderal Angkatan Udara Steven S. Nordhaus, direktur operasi Biro Pengawal Nasional, juga mengatakan bahwa tingkat penerimaan vaksin di Garda Nasional adalah sekitar dua pertiga hingga 70%.

Militer AS, hingga Rabu, hanya memberikan sedikit indikasi berapa banyak pasukan yang telah divaksinasi.

Keengganan militer untuk mengungkapkan data telah membuat para kritikus mempertanyakan apakah militer menyembunyikannya.

Sponsored

"Tidak ada yang menyembunyikan data," tutur juru bicara Pentagon John Kirby. "Kami tidak memiliki sistem di seluruh layanan untuk secara khusus melacak data tersebut."

Dalam pernyataan pembukaannya dalam sidang pada Rabu, Rogers menekankan pentingnya bagi personel militer AS untuk divaksinasi.

"Sangat penting untuk keamanan nasional kita bahwa setiap anggota dinas, serta personel sipil, dan staf kemenham, menerima vaksin secepat mungkin," sambungnya.

Desember lalu, Pentagon mengumumkan bahwa para komandan tertinggi, termasuk mantan penjabat Menteri Pertahanan Chris Miller, akan mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 di depan umum untuk mendorong kepercayaan publik terhadap vaksin. (Business Insider)

Berita Lainnya

Pemerintah berupaya jaga pasokan vaksin

Kamis, 25 Feb 2021 02:39 WIB

Update Cyberpunk 2077 tertunda lagi

Kamis, 25 Feb 2021 16:34 WIB

Pemerintah jaga pasokan vaksin

Kamis, 25 Feb 2021 02:32 WIB