logo alinea.id logo alinea.id

Penutupan pantai ikonik Thailand diperpanjang hingga 2021

Pantai yang terletak di pulau Koh Phi Phi itu dipopulerkan oleh film "The Beach" pada 2000 yang dibintangi oleh Leonardo DiCaprio. 

Valerie Dante
Valerie Dante Jumat, 10 Mei 2019 12:08 WIB
Penutupan pantai ikonik Thailand diperpanjang hingga 2021

Salah satu atraksi turisme ikonik di Thailand, Maya Bay, akan tetap tertutup bagi wisatawan sampai 2021. Hal tersebut disampaikan oleh seorang ahli ekologi kelautan yang mengawasi upaya rehabilitasi karang di pantai tersebut.

Pantai yang terletak di pulau Koh Phi Phi itu dipopulerkan oleh film "The Beach" pada 2000 yang dibintangi oleh Leonardo DiCaprio. 

Pada Juni 2018, untuk pertama kalinya Maya Bay ditutup setelah ditemukan bahwa sebagian besar karang lautnya telah rusak akibat jangkar kapal yang mengangkut wisatawan.

Awalnya pemerintah berencana untuk menutup pantai itu selama empat bulan, tetapi kemudian mereka memutuskan untuk tetap menutupnya lebih lama tanpa jangka waktu yang pasti.

"Upaya rehabilitasi butuh waktu. Rehabilitasi ini akan sangat sulit karena sebagian besar karang sudah mati," kata Thon Thamrongnawasawat, profesor ekologi kelautan di Kasetsart University di Bangkok.

Thon menyatakan bahwa lebih dari 23.000 karang baru telah ditanam sejak penutupan pantai tahun lalu, tetapi masih harus dilihat berapa banyak dari karang itu yang telah memutih karena sinar matahari yang kuat pada musim panas.

Dia memaparkan, kerusakan karang di Thailand telah mencapai level kritis dengan adanya peningkatan yang mengkhawatirkan selama dekade terakhir.

Industri pariwisata yang meledak, lanjutnya, merupakan faktor yang menyebabkan kerusakan tersebut.

Sponsored

Sekitar 38,2 juta wisatawan mengunjungi Thailand pada 2018, naik dari 35 juta pada 2017. Di Maya Bay saja, ada sekitar 4.000 wisatawan setiap harinya, melebihi kapasitas yang seharusnya ditampung oleh pantai itu.

Thon menyatakan telah memberi nasihat kepada Kementerian Pariwisata Thailand untuk membatasi jumlah pengunjung dan melarang kapal untuk berlabuh di perairan teluk.

Setelah dibuka kembali pada 2021, diperkirakan hanya sekitar 2.000 orang yang akan diizinkan untuk mengunjungi pantai per harinya. 

Para pengusaha pariwisata setempat mengkritik keputusan perpanjangan penutupan Maya Bay. Mereka mengatakan bahwa penghasilan mereka bergantung pada pariwisata di teluk tersebut.

Kepala asosiasi pariwisata setempat, Wattana Rerngsamut, mengatakan bahwa perlu ada audiensi publik sehingga masyarakat lokal tetap dapat mencari nafkah. (The Star, The Straits Times, dan BBC)