logo alinea.id logo alinea.id

Penutupan pemerintah AS belum menunjukkan tanda akan berakhir

Penutupan pemerintahan AS terjadi setelah Trump dan anggota parlemen gagal mencapai kata sepakat soal dana pembangunan dinding perbatasan.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Kamis, 27 Des 2018 10:51 WIB
Penutupan pemerintah AS belum menunjukkan tanda akan berakhir

Pembicaraan untuk mengakhiri penutupan pemerintah Amerika Serikat atau government shutdown terhenti pada Rabu (26/12) malam. Para perunding dilaporkan membuat sedikit kemajuan, sementara Donald Trump berjanji untuk melakukan apa pun untuk mendapatkan dana bagi pembangunan tembok perbatasan yang menjadi salah satu janji kampanyenya.

Capitol Hill tetap tenang selama libur Natal. Tidak ada pemungutan suara yang dijadwalkan dan juga tidak ada tanda-tanda bahwa anggota parlemen akan kembali ke Washington sebelum sesi Kongres berikutnya dimulai pada 3 Januari.

Trump yang pada hari Rabu ditanya soal berapa lama menurutnya penutupan pemerintahan akan berlangsung tetap memegang teguh posisinya.

"Apa pun yang harus dilakukan, kita akan mendapatkan dana untuk membangun dinding perbatasan. Kita akan memiliki keamanan. Kita butuh keamanan bagi negara kita," tutur presiden ke-45 AS tersebut.

Pendanaan untuk sekitar seperempat lembaga pemerintahan berakhir pada Jumat (21/12) malam setelah anggota parlemen dan Gedung Putih gagal mencapai kesepakatan tentang jumlah dana pembangunan dinding perbatasan untuk dimasukkan dalam paket pengeluaran yang harus diloloskan.

Trump menyalahkan Demokrat atas penutupan pemerintahan. Padahal pada awal bulan ini dia mengatakan akan dengan bangga menempuh government shutdown demi keamanan perbatasan.

"Nancy yang menyerukan langkah itu," tutur Trump kemarin, merujuk pada pimpinan minoritas DPR Nancy Pelosi yang diyakini akan memimpin DPR setelah Demokrat mengambil alih kursi mayoritas pada Januari 2019. 

Trump menyiratkan bahwa politikus Demokrat yang mewakili distrik ke-8 negara bagian California itu adalah penghalang untuk mendapatkan dana pembangunan dinding perbatasan.

Sponsored

Negosiasi saat ini sebagian besar terjadi di tingkat staf setelah Wakil Presiden Mike Pence pada akhir pekan mengajukan tawaran sebesar US$2,5 miliar untuk dana keamanan perbatasan. Jumlah tersebut merupakan setengah dari US$5 miliar yang dituntut Trump.

Demokrat telah merespons dengan mengatakan bahwa tawaran Pence bukan solusi dan mereka tetap memegang teguh tawaran sebelumnya, yakni US$1,3 miliar bagi dana keamanan perbatasan.

Dalam sebuah pernyataan pada malam Natal, Pelosi dan Senator Demokrat Chuck Schumer menyatakan bahwa negosiasi berantakan karena pernyataan berubah-ubah dari Gedung Putih.

"Orang-orang dari Gedung putih mengatakan hal berbeda tentang apa yang akan disepakati atau tidak disepakati presiden untuk mengakhiri 'Trump Shutdown', sehingga tidak mungkin untuk mengetahui di mana sesungguhnya posisi mereka," ungkap para pemimpin Demokrat tersebut. 

Pernyataan Trump dan Schumer tersebut muncul pada hari yang sama di mana Trump menyerang sejumlah pihak lewat rangkaian twitnya. Dia mengecam Demokrat karena tidak menyambut tawaran Pence.

"Pada titik tertentu, Demokrat yang tidak ingin membuat kesepakatan akan menyebabkan negara kita mengeluarkan lebih banyak uang dibanding pembangunan dinding perbatasan yang kita bahas. Gila!," twitnya.

Saat melakukan panggilan telepon dengan pasukan AS bertepatan dengan Hari Natal, Trump tidak membuat prediksi kapan sejumlah lembaga pemerintahan akan kembali beroperasi. Ayah lima anak itu hanya menekankan bahwa, "Government shutdown tidak akan berakhir sampai kita memiliki dinding, pagar, atau apa pun mereka menyebutnya."

Pertanyaan kapan penutupan pemerintahan berakhir kembali diajukan kepada Trump saat sang presiden mengunjungi pasukan AS di Irak pada Rabu kemarin. Namun, Trump hanya menjawab, "Saya tidak akan membahasnya sekarang."

Kubu Demokrat di DPR dikabarkan akan mengajukan RUU dalam sesi baru untuk membuka kembali pemerintahan, meski demikian pemimpin mayoritas Republik di Senat Mitch McConnell menerangkan bahwa dia hanya akan mendukung satu-satunya RUU yang disokong Trump. (CNN)

Riwayat Stasiun Gambir, dahulu jadi tumpuan

Riwayat Stasiun Gambir, dahulu jadi tumpuan

Senin, 14 Okt 2019 21:28 WIB
Denny Siregar: Saya bekerja tanpa komando

Denny Siregar: Saya bekerja tanpa komando

Sabtu, 12 Okt 2019 07:57 WIB