sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Israel menutup perlintasan barang ke Jalur Gaza

Israel hanya mengizinkan 'peralatan kemanusiaan', termasuk makanan dan obat-obatan yang melintasi Kerem Shalom.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Rabu, 11 Jul 2018 15:32 WIB
Israel menutup perlintasan barang ke Jalur Gaza
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 381.910
Dirawat 63.733
Meninggal 13.077
Sembuh 305.100

Israel telah menutup penyeberangan kargo utama dengan Jalur Gaza. Langkah tersebut sebagai balasan atas apa yang mereka sebut sebagai serangan pembakaran dan upaya penyusupan oleh warga Palestina ke wilayah mereka.

Hanya 'peralatan kemanusiaan', termasuk makanan dan obat-obatan, yang saat ini diizinkan melintasi Kerem Shalom.

Seperti dikutip dari BBC, Rabu (11/7), seorang juru bicara kelompok Hamas menyebut bahwa langkah Israel itu merupakan 'sebuah kejahatan baru terhadap kemanusiaan'. 

Adapun PM Israel Benjamin Netanyahu bersumpah akan menggunakan cara yang keras terhadap Hamas, yang mendominasi Gaza.

Sejak April lalu, masyarakat Palestina telah menerbangkan layang-layang dan balon, yang membawa bahan bakar dan peledak, melintasi perbatasan Jalur Gaza-Israel

'Perangkat' itu telah memicu 750 kebakaran di Israel selatan, membakar lebih dari 2.600 hektar hutan dan lahan pertanian serta memicu kerugian senilai ratusan ribu dolar, ungkap seorang pejabat Israel.

Serangan ini dimulai selama ribuan warga Palestina menggelar protes 'Great March of Return', yakni demonstrasi yang menuntut kembalinya mereka ke tanah leluhur mereka yang kini diduduki Israel. Aksi demo ini juga mendesak diakhirinya blokade Jalur Gaza oleh Israel dan Mesir.

Israel dan Mesir mengklaim bahwa blokade merupakan langkah pengamanan yang diperlukan untuk menghadapi militan.

Sponsored

Para pejabat kesehatan di Gaza mengatakan, lebih dari 130 warga Palestina tewas dan 15.000 lainnya terluka oleh pasukan Israel, selama aksi protes 'Great March of Return' berlangsung.

Kelompok pemantau hak asasi manusia menuding, pasukan Israel menggunakan kekuatan yang berlebihan. Sementara, Israel menegaskan bahwa mereka hanya melepas tembakan untuk membela diri.

Militer Israel mengatakan, PM Netanyahu telah memerintahkan penutupan Kerem Shalom pada hari Senin (9/7) "karena teror-teror yang tengah berlangsung dan upaya-upaya teror tambahan, yang dipimpin oleh organisasi Hamas."

Pihak Israel juga akan menghentikan para nelayan Gaza untuk berlayar lebih dari enam mil dari lepas pantai di Laut Mediterania. 

PM Netanyahu mengatakan, dia dan Menteri Pertahanan Avigdor Lieberman telah sepakat untuk "bersungguh-sungguh dengan rezim Hamas."

"Akan ada langkah tambahan. Namun saya tidak akan mengungkap rinciannya," ujar PM Israel itu.

Hamas yang telah tiga kali berperang dengan Israel sejak 2008, menyerukan kepada masyarakat internasional untuk campur tangan segera atas kebijakan baru Tel Aviv tersebut.

Organisasi non-pemerintah Israel Gisha, yang mempromosikan kebebasan bergerak bagi warga Palestina, juga mengutuk langkah Israel.

"Kerusakan yang terjadi di lahan-lahan pertanian di Israel sangat menyedihkan, namun secara kolektif menghukum hampir dua juta orang di Jalur Gaza dengan menutup satu-satunya penyeberangan resmi untuk pergerakan barang adalah ilegal dan secara moral bejat," tulis Gisha di media sosial Twitter.

Hampir semua barang yang diimpor ke Jalur Gaza melewati Kerem Shalom.

PBB mengatakan 43.087 muatan barang tiba melalui Kerem Shalom dalam lima bulan pertama pada tahun 2018. Pada bulan Mei, 44% dari muatan membawa bahan-bahan konstruksi, 29% produk makanan, dan 1% persediaan medis.

Berita Lainnya