sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Perdana, Inggris mulai vaksinasi Covid-19

Lansia berumur 90 tahun, Margaret Keenan, menjadi penerima suntikan pertama dari dua dosis yang harus diterima pada Selasa (8/12).

Valerie Dante
Valerie Dante Selasa, 08 Des 2020 19:16 WIB
Perdana, Inggris mulai vaksinasi Covid-19

Inggris telah menjadi negara Barat pertama yang mulai memvaksinasi warganya dengan vaksin Covid-19 di luar uji klinis, momen yang disebut penting dalam pandemi.

Warga Inggris pertama yang mendapatkan vaksin milik Pfizer dan BioNTech, Margaret Keenan (90), menerima suntikan pertama dari dua dosis yang harus diterima pada Selasa (8/12), pukul 06.31 waktu setempat.

Dia menerima suntikan tersebut di University Hospital di Coventry, kurang dari seminggu setelah Inggris menjadi negara pertama yang menyetujui penggunaan vaksin Covid-19 milik Pfizer dan BioNTech.

Keenan, yang akan berusia 91 tahun pekan depan, merasa terhormat untuk menjadi orang pertama mendapatkan vaksin tersebut.

"Ini adalah hadiah ulang tahun terbaik yang bisa saya harapkan karena itu berarti saya akhirnya bisa berharap untuk menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman-teman saya pada tahun baru," katanya, menurut sebuah pernyataan yang dirilis Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS).

Tantangan logistik dalam pembuatan dan pendistribusian puluhan juta vaksin membuat peluncurannya akan dilakukan secara bertahap, dengan orang-orang yang paling rentan dan petugas kesehatan menjadi prioritas penerima vaksin.

May Parsons, perawat yang menyuntikkan vaksin pertama tersebut, pun merasa terhormat bisa terlibat dalam program vaksinasi ini.

"Beberapa bulan terakhir ini sulit bagi kami semua yang bekerja di NHS, tapi sekarang rasanya ada harapan baru," ujar dia.

Sponsored

Inggris telah memesan 40 juta dosis vaksin, tetapi hanya 800.000 dosis yang akan tersedia sebagai bagian dari gelombang pertama yang dimulai pada Selasa.

Karena vaksin Covid-19 memerlukan dua dosis suntikan, yang diberikan setidaknya dengan jarak tiga minggu setelah suntikan pertama, Inggris akan memiliki cukup suntikan untuk memvaksinasi sekitar sepertiga populasi penduduk.

Inggris juga telah memesan 7 juta dosis vaksin Covid-19 milik Moderna. Akan terdapat 50 pusat vaksinasi di rumah sakit di seluruh Inggris dan puluhan lainnya di Wales dan Skotlandia.

Di Inggris, gelombang pertama vaksinasi hanya akan diberikan di rumah sakit, sementara Wales dan Skotlandia belum menentukan tempat untuk memberikan suntikan vaksin.

Keenan harus kembali untuk menerima suntikan dosis kedua dalam waktu tiga atau empat minggu ke depan. Menurut panduan pemerintah, setiap orang yang divaksinasi akan menerima dokumen vaksinasi dengan perincian janji temu berikutnya. Tujuh sampai 10 hari setelah dosis kedua, dia diharapkan terlindungi dari Covid-19.

Menteri Kesehatan Inggris, Matt Hancock, menyebut, awal program vaksinasi sebagai momen besar dalam upaya pemerintah menangani Covid-19.

Dalam sebuah wawancara dengan Sky News, Selasa pagi, Hancock mengatakan, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Namun, kemungkinan pemerintah akan mulai melonggarkan pembatasan sosial jika cukup banyak orang telah menerima vaksinasi.

Meskipun program vaksinasi Inggris dimulai pada Selasa, vaksin tetap belum tersedia bagi sebagian besar warga.

Untuk saat ini, vaksin tersedia melalui undangan hanya bagi warga berusia 80 tahun ke atas, staf panti jompo, pekerja kesehatan, dan pekerja layanan publik.

Vaksin milik Pfizer dan BioNTech perlu disimpan dalam tempat dengan suhu sekitar minus 70 derajat Celcius, yang membuat distribusinya sulit.

Sementara itu, vaksin milik Moderna, jika disetujui, bisa menjadi pilihan yang lebih praktis untuk rumah perawatan karena hanya perlu disimpan dalam tempat dengan suhu minus 20 derajat Celcius.

Vaksin Pfizer dan BioNTech menawarkan 95% perlindungan terhadap Covid-19. Menurut Badan Pengatur Produk Obat dan Kesehatan Inggris (MHRA), lebih dari satu dari 10 penerima dapat menderita efek samping, termasuk nyeri di tempat suntikan, sakit kepala, nyeri otot, menggigil, nyeri sendi, dan demam. Sejumlah efek samping lain yang kurang umum juga tercantum. (CNN)

Berita Lainnya