sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Peringatan Iran ke AS: Kami siap menyerang

Ketegangan AS-Iran memasuki babak baru pascapembunuhan Jenderal Qasem Soleimani.

Valerie Dante
Valerie Dante Jumat, 14 Feb 2020 12:17 WIB
Peringatan Iran ke AS: Kami siap menyerang
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini

Kepala Korps Pengawal Revolusi Iran (IRGC) Mayor Jenderal Hossein Salami menyatakan siap menyerang Amerika Serikat dan Israel atas kesalahan sekecil apa pun. Ancaman tersebut disampaikan dalam pidato yang disiarkan televisi pemerintah pada Kamis (13/2).

"Jika kalian membuat kesalahan sekecil apa pun, kami akan menyerang kalian," kata Salami dalam upacara yang menandai 40 hari kematian jenderal top Iran, Qasem Soleimani.

Menurut The Times of Israel, pernyataan Salami merupakan tanggapan atas ucapan yang dilontarkan Menteri Pertahanan Israel Naftali Bennet. Pada Sabtu (8/2), Bennet mengatakan, Israel dan AS telah memutuskan bahwa Israel akan bertanggung jawab melawan pengaruh Iran di Suriah, sementara Washington akan melakukan hal serupa di Irak.

Soleimani, yang merupakan kepala Pasukan Quds, unit elite IRGC, dibunuh lewat serangan pesawat tanpa awak Amerika Serikat di Baghdad, Irak, pada 3 Januari. Menurut juru bicara IRGC Ramezan Sharif, pembunuhan Soleimani akan mengarah pada "pembebasan" Yerusalem.

"Pembunuhan Soleimani dan jenderal Irak Abu Mahdi al-Muhandis yang merupakan langkah pengecut AS akan mengarah pada pembebasan Yerusalem," kata Sharif.

Dia mengatakan, salah satu misi Soleimani adalah mendukung oposisi bersenjata melawan Israel.

Iran telah berulang kali mengancam Israel atas pembunuhan Soleimani. Pada akhir pekan lalu, mantan kepala IRGC Mohsen Rezaei mengatakan bahwa Iran akan mencari alasan untuk menyerang Israel.

"Jika AS mengambi langkah (agresi), Iran dapat menggunakannya sebagai alasan untuk menyerang Israel karena Israel memainkan peran dalam pembunuhan Jenderal Soleimani," kata dia, menyalahkan Israel karena membocorkan lokasi Soleimani ke Washington.

Sponsored

Menyusul serangan rudal Iran terhadap pangkalan militer yang menampung pasukan AS di Irak, bulan lalu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memperingatkan Teheran untuk tidak menyerang negaranya.

"Israel berdiri teguh melawan mereka yang ingin membinasakan kami ... Siapa pun yang mencoba menyerang kami akan menerima pukulan telak sebagai balasan," kata dia dalam sebuah konferensi di Yerusalem.

Pekan lalu, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan bahwa negaranya akan mendukung kelompok-kelompok bersenjata Palestina dan meminta warga Palestina untuk menentang proposal perdamaian Timur Tengah milik Donald Trump.

Rancangan yang diumumkan Trump pada akhir Januari tersebut akan memungkinkan Israel untuk menganeksasi pemukiman Yahudi di Tepi Barat yang diduduki. Para pemimpin Palestina telah menolak proposal tersebut, menyebutnya sebagai rencana yang pro-Israel. (Reuters dan The Times of Israel)

Waspadai lonjakan kredit bermasalah

Waspadai lonjakan kredit bermasalah

Rabu, 01 Apr 2020 17:59 WIB
Pecah kongsi di partai Tommy

Pecah kongsi di partai Tommy

Rabu, 01 Apr 2020 06:01 WIB
Memetik laba di tengah pandemi corona

Memetik laba di tengah pandemi corona

Selasa, 31 Mar 2020 17:51 WIB
Berita Lainnya