logo alinea.id logo alinea.id

Peringatan Trump ke militer loyalis Maduro: Anda akan kehilangan segalanya

Saat ini AS mengakui pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido sebagai presiden sementara negara itu.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Selasa, 19 Feb 2019 10:23 WIB
Peringatan Trump ke militer loyalis Maduro: Anda akan kehilangan segalanya

Donald Trump pada Senin (18/2) memperingatkan anggota militer Venezuela yang tetap loyal kepada Presiden Nicolas Maduro bahwa mereka mempertaruhkan masa depan dan kehidupan mereka.

Berbicara di hadapan sejumlah orang, yang kebanyakan adalah imigran dari Venezuela dan Kuba di Miami, Trump mengatakan jika militer Venezuela terus mendukung Maduro, "Anda tidak akan menemukan pelabuhan yang aman, tidak ada jalan keluar ... Anda akan kehilangan segalanya."

Maduro meresponsnya pada Senin malam, mengatakan bahwa Trump berpidato dengan gaya Nazi. Menurutnya, Trump berlaku seolah-olah dia adalah pemilik Venezuela dan rakyatnya adalah budaknya.

Trump menawarkan dukungan kuat bagi pemimpin oposisi Juan Guaido, yang diakui Amerika Serikat dan sejumlah negara sebagai presiden sementara Venezuela.

Di lain sisi, Maduro yang memenangkan masa jabatan kedua tahun lalu dalam pemilu yang dikecam oleh para kritikus, mendapat sokongan dari Rusia dan China. Maduro hingga saat ini masih mengendalikan lembaga-lembaga negara, termasuk layanan keamanan.

Trump juga memperingatkan angkatan bersenjata Venezuela agar tidak melukai Guaido atau politikus oposisi lainnya, mendesak mereka menerima tawaran amnesti dari Guaido dan mengizinkan makanan, obat-obatan, serta pasokan lainnya. 

"Dia (Maduro) lebih suka melihat rakyatnya kelaparan daripada memberi mereka bantuan," kata Trump.

Guaido, yang mendeklarasikan diri sebagai presiden pada bulan lalu menuturkan bahwa bantuan akan memasuki Venezuela dari negara-negara tetangga melalui darat dan laut pada Sabtu.

Sponsored

AS dikabarkan telah mengirim berton-ton bantuan yang saat ini ditimbun di perbatasan Kolombia dengan Venezuela, namun Maduro menolak untuk mengizinkannya masuk. Maduro menyebut bantuan itu adalah sebuah "pertunjukan yang diatur oleh AS" dan dia menyangkal adanya krisis kemanusiaan meskipun banyak sekali warga Venezuela yang tidak memiliki akses terhadap makanan dan obat-obatan.

"Kami tidak akan menjadikan Venezuela yang terhormat sebagai pengemis," ungkap Maduro dalam pidatonya yang disiarkan di televisi.

Maduro mengungkapkan, Venezuela sudah menerima bantuan kemanusiaan setiap hari. Rusia, misalnya, mengirimkan 300 ton bantuan ke negara itu dengan pesawat pada Rabu, katanya, meskipun kemudian dia mengklarifikasi itu bukan sumbangan melainkan pasokan yang dibayar Venezuela.

Serangan luas pada sosialisme 

"Kami menginginkan transisi kekuasaan secara damai, namun semua opsi terbuka," sebut Trump.

Pernyataan Trump dinilai adalah petunjuk lebih lanjut dari desakan berulangnya bahwa opsi militer tetap di atas meja, meskipun sebagian besar ahli Amerika Latin percaya langkah seperti itu tidak mungkin. 

Sebelumnya, seorang pejabat senior Gedung Putih mengatakan bahwa AS telah menjalin komunikasi langsung dengan anggota militer Venezuela dalam bulan ini untuk mendesak mereka meninggalkan Maduro. Pejabat AS memperkirakan akan ada lebih banyak pembelotan. 

Sejauh ini, beberapa perwira militer telah berbalik melawan Maduro. 

Sebuah sumber di Washington yang dekat dengan oposisi menyatakan keraguan soal akankan pemerintahan Trump mampu memacu pembelotan yang lebih luas di jajaran militer, di mana banyak perwira dicurigai mendapat manfaat dari korupsi dan perdagangan narkoba.

Trump tidak melewatkan kesempatan untuk memanfaatkan pidatonya menentang sosialisme, menyebutnya sebagai ideologi yang sekarat di Belahan Barat Bumi. Dia mencap pula Maduro sebagai boneka yang dikuasai komunis Kuba.

"AS tidak akan pernah menjadi negara sosialis," tegasnya.

Guaido mengklaim saat ini sekitar 600.000 sukarelawan telah mendaftar untuk membantu membawa bantuan ke negara itu pada 23 Februari, batas waktu yang telah ditetapkannya. Namun, dalam perkembangan terbaru, penyedia internet negara Venezuela telah memblokir laman tempat para sukarelawan mendaftar.

Pemerintah Venezuela mengumumkan akan menggelar konser di perbatasan Kolombia pada akhir pekan untuk menyaingi acara serupa di sisi lain perbatasan yang diselenggarakan oleh pengusaha Inggris Richard Branson yang mendukung upaya bantuan oposisi. (Reuters dan BBC)