sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pertama dalam 23 tahun terakhir, ASEAN alami kontraksi ekonomi

ASEAN dinilai berhasil mendorong berbagai macam kerja sama walaupun masing-masing negara anggota sedang mengalami kesulitan akibat Covid-19.

Valerie Dante
Valerie Dante Jumat, 26 Jun 2020 18:04 WIB
Pertama dalam 23 tahun terakhir, ASEAN alami kontraksi ekonomi
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 59394
Dirawat 29740
Meninggal 2987
Sembuh 26667

Pandemik Covid-19 menyebabkan perekonomian ASEAN mengalami kontraksi. Hal itu merupakan pertama kalinya dalam 23 tahun terakhir.

"Kendati begitu, negara-negara ASEAN telah mengambil sejumlah langkah untuk memitigasi dampak ekonomi dan sosial dari pandemik," jelas Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi saat mengutip pernyataan Sekretaris Jenderal ASEAN Lim Jock Hoi Lim, dalam jumpa pers pada Jumat (26/6).

Menlu Retno tidak menjelaskan lebih rinci terkait dampak ekonomi yang dialami ASEAN akibat Covid-19.

Meskipun begitu, Menlu Retno menuturkan, Sekjen Lim menilai organisasi tersebut berhasil mengambil langkah yang cepat dalam menangani Covid-19.

"ASEAN dinilai telah secara cepat melakukan koordinasi yang solid dan menjalin kerja sama dengan mitra kita, antara lain diwujudkan dalam KTT ASEAN Plus Three," lanjut Retno.

Selain itu, kata Retno, Sekjen ASEAN juga melihat komitmen kerja sama antara ASEAN dan mitra-mitranya masih terjalin dengan kuat di tengah pandemik coronavirus jenis baru.

ASEAN dinilai berhasil mendorong berbagai macam kerja sama, walaupun masing-masing negara anggota sedang mengalami kesulitan akibat merebaknya Covid-19. Terbukti dari beberapa capaian ASEAN di bidang politik dan keamanan, ekonomi, dan sosial budaya.

"Dalam bidang politik dan keamanan, kerja sama kontraterorisme terus dilakukan, demikian juga kolaborasi terkait pertahanan," jelas Menlu Retno.

Sponsored

Sementara itu dalam bidang ekonomi, ASEAN terus melakukan kerja sama terkait perdagangan.

"Ini dilakukan untuk segera mengembalikan rantai pasokan dan konektivitas yang sempat terganggu akibat pandemik," kata Retno.

Selain itu, dalam konteks ekonomi, penandatanganan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) merupakan indikasi kuat dari upaya ASEAN, untuk mendukung sistem perdagangan multilateral.

"Untuk bidang sosial budaya, ASEAN terus memperkuat pengembangan sumber daya manusia di seluruh aspek kerja sama," lanjut Menlu Retno.

Berita Lainnya