Dunia / Arab Saudi-Kanada

Pertikaian tidak menganggu pasokan minyak Arab Saudi ke Kanada

Arab Saudi dibuat marah oleh permintaan Kanada pekan lalu yang mendesak agar Riyadh segera membebaskan aktivis HAM yang ditahan.

Pertikaian tidak menganggu pasokan minyak Arab Saudi ke Kanada Ilustrasi / Shutterstock

Perselisihan terkait hak asasi manusia (HAM) antara Riyadh versus Ottawa tidak akan berdampak pada pasokan minyak Arab Saudi ke Kanada. Hal tersebut ditegaskan oleh Menteri Energi, Industri, dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi Khalid A. Al-Falih.

Arab Saudi dibuat marah oleh permintaan Kanada pekan lalu yang mendesak agar Riyadh segera membebaskan aktivis HAM yang ditahan. Buntut kekesalan Arab Saudi, mereka mengusir duta besar Kanada, memblokir impor gandum, serta mengakhiri program pendidikan dan medis yang dijalin kedua negara.

Arab Saudi dalam beberapa bulan terakhir telah menahan sejumlah aktivis hak perempuan. Beberapa di antara mereka berkampanye agar larangan mengemudi bagi kaum Hawa dan sistem perwalian di negara itu dihapuskan. 

Menurut Khalid A. Al-Falih, Arab Saudi memiliki "kebijakan tegas dan berjangka panjang" yang menjamin bahwa pasokan minyak tidak akan dipengaruhi oleh pertimbangan politik.

"Krisis diplomatik saat ini antara Arab Saudi dan Kanada tidak, lewat cara apapun, memengaruhi hubungan Saudi Aramco dengan pelanggannya di Kanada," ungkap Khalid A. Al-Falih.

Kanada tidak akan mundur

Justin Trudeau menolak permintaan Arab Saudi agar Kanada menarik seruan pembebasan aktivis HAM. PM Kanada itu bersikeras bahwa pihaknya akan terus membela HAM di seluruh dunia. Sikapnya mengindikasikan bahwa pertikaian diplomatik antar kedua negara akan terus berlanjut.

Dalam komentar publik pertamanya sejak perseteruan Ottawa-Riyadh dimulai, Trudeau menegaskan bahwa pihaknya telah berbicara langsung dengan Arab Saudi dalam upaya untuk menyelesaikan apa yang disebutnya "perbedaan pendapat diplomatik."

Meski demikian, Trudeau tidak menjelaskan materi percakapan panjang antara menteri luar negeri Kanada dan mitranya. 

"Secara diplomatis dan politis, kami terus berhubungan dengan Arab Saudi," ujar Trudeau pada Rabu (8/8). "Kami menghormati kepentingan mereka di dunia dan pengakuan bahwa mereka telah membuat kemajuan dalam sejumlah isu penting."

Trudeau bersikeras, bagaimanapun, pemerintahannya akan terus menekan Arab Saudi terkait dengan catatan HAM. "Kami akan terus berbicara dengan jelas dan tegas mengenai isu-isu HAM di dalam dan luar negeri, di mana pun kami melihat kebutuhan terkait hal tersebut."

Komentar Trudeau muncul beberapa jam setelah Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir menyebut bahwa pertikaian kedua negara merupakan "masalah keamanan nasional." Dia menambahkan, pihaknya masih mempertimbangkan langkah-langkah tambahan terhadap Kanada.

"Kanada perlu memperbaiki kesalahan besar tersebut. Tidak ada yang bisa dimediasi. Kesalahan telah dibuat dan harus diperbaiki," tutur Adel al-Jubeir dalam sebuah konferensi pers di Riyadh.

Dalam beberapa hari terakhir, beberapa negara telah menyatakan dukungan untuk Arab Saudi, termasuk Mesir dan Rusia.

"Kami selalu mengatakan bahwa politisasi masalah HAM tidak dapat diterima," kata Maria Zakharova, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, kepada wartawan, Rabu. "Yang mungkin dibutuhkan di situasi ini adalah saran dan bantuan yang membangun dan dibanding kritik dari pihak yang menganggapi dirinya memiliki superioritas moral."

Sementara itu, Amerika Serikat sejauh ini menolak ikut campur. Dalam keterangan yang dirilis Kementerian Luar Negeri, Washington menggambarkan kedua negara sebagai sekutu dekat. "Kedua belah pihak harus menyelesaikannya secara diplomatis bersama. Kami tidak bisa melakukannya untuk mereka."

Inggris pun demikian. Juru bicara kementerian luar negeri mengatakan, "Kanada dan Arab Saudi sama-sama mitra dekat Inggris, dan kami mendesak pengendalian diri selama situasi saat ini."

Ketika ditanya apakah Kanada siap untuk meminta maaf ke Arab Saudi, Trudeau menjawab, "Rakyat Kanada selalu mengharapkan pemerintah mereka berbicara dengan tegas, jelas, dan sopan, tentang perlunya menghormati HAM di seluruh dunia. Kami akan terus melakukan itu."

 


Sumber: Reuters dan The Guardian