logo alinea.id logo alinea.id

Perundingan AS-Taliban berakhir tanpa kesepakatan

Negosiasi putaran kedelapan yang berlangsung di Qatar selesai pada Senin (12/8) dini hari.

Valerie Dante
Valerie Dante Senin, 12 Agst 2019 17:38 WIB
Perundingan AS-Taliban berakhir tanpa kesepakatan

Putaran terbaru perundingan antara perwakilan Taliban dan Amerika Serikat berakhir tanpa kesepakatan pada Senin (12/8).

Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid pada Senin menyatakan bahwa negosiasi putaran kedelapan, yang berlangsung di Qatar, telah selesai pada dini hari waktu setempat. Mujahid menjelaskan bahwa kedua belah pihak sepakat untuk berkonsultasi dengan masing-masing pemimpin untuk menentukan langkah selanjutnya.

"Kami memperpanjang pertemuan kami dengan harapan akan mencapai kesepakatan perdamaian tetapi itu tidak bisa terjadi," kata seorang pejabat tim negosiasi Taliban.

Para negosiator AS dilaporkan menuntut agar Taliban mengumumkan gencatan senjata dan memulai pembicaraan langsung dengan pemerintah Afghanistan.

Hingga kini belum ada komentar langsung dari Kedutaan AS di Kabul.

Pada Minggu (11/8), utusan perdamaian dari AS, Zalmay Khalilzad, menuturkan bahwa kedua pihak bekerja keras untuk mewujudkan perjanjian perdamaian yang langgeng dan terhormat serta menjadikan Afghanistan negara yang tidak menimbulkan ancaman bagi negara lain.

Dalam beberapa hari terakhir, banyak pihak di Kabul yang berspekulasi bahwa kesepakatan antara AS-Taliban mungkin akan segera terjadi.

Selama satu tahun terakhir, Negeri Paman Sam telah bernegosiasi dengan Taliban untuk menyepakati perjanjian yang akan membuat Kementerian Pertahanan AS menarik 14.000 tentaranya dari Afghanistan.

Sponsored

Washington ingin mengakhiri keterlibatan militernya yang telah berjalan selama 18 tahun di Afghanistan. Kegiatan AS di negara itu telah menghabiskan lebih dari US$1 triliun dan Presiden Donald Trump pun telah menegaskan dia ingin menarik mundur pasukannya.

Sebagai imbalan dari penarikan pasukan AS, Taliban diharuskan untuk berkomitmen melakukan berbagai jaminan keamanan, termasuk tidak akan membiarkan Afghanistan menjadi tempat berlindung bagi para militan Islam.

Perjanjian AS-Taliban tidak dengan otomatis mengakhiri perang, karena kelompok pemberontak itu masih perlu membuat kesepakatan dengan pemerintah Afghanistan.

Pada Senin, badan intelijen Afghanistan mengumumkan akan membebaskan 35 tahanan Taliban sebagai bentuk niat baik.

"Pembebasan para tahanan ini merupakan tanda dari keinginan kuat pemerintah untuk mencapai perdamaian dan mengakhiri perang," kata badan itu dalam pernyataannya. (France 24 dan Reuters)