sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Pesan Trump kepada Erdogan: Jangan bodoh

Trump memperingatkan bahwa dia dapat menghancurkan ekonomi Turki jika situasi di Suriah tidak dapat diselesaikan secara manusiawi.

Valerie Dante
Valerie Dante Kamis, 17 Okt 2019 15:06 WIB
Pesan Trump kepada Erdogan: Jangan bodoh

Dalam sebuah surat yang dikirimkan kepada Presiden Recep Tayyip Erdogan pekan lalu, Presiden Donald Trump memperingatkan bahwa dia dapat menghancurkan ekonomi Turki jika situasi di Suriah tidak dapat diselesaikan secara manusiawi.

Surat itu memperlihatkan pendekatan Trump yang tidak konvensional terhadap diplomasi, terutama ketika berhadap dengan sesama pemimpin negara yang kuat.

Dalam suratnya, Trump mengajak Erdogan untuk, "Mencapai kesepakatan yang baik" dan memperingatkannya untuk, "Jangan bodoh".

"Jangan membuat dunia kecewa ... Kurdi bersedia untuk bernegosiasi dan membuat konsensi," tulis Trump.

Trump mengakhiri suratnya dengan mengatakan bahwa sejarah akan mencatat Erdogan sebagai orang yang baik jika dia mengakhiri konflik dengan cara benar dan manusiawi.

Sebaliknya, Trump menyebut bahwa sejarah akan memandang Erdogan sebagai "iblis" jika hal-hal baik tidak terjadi. Surat itu pertama kali dilaporkan oleh Fox Business.

Korespondensi tersebut tertanggal 9 Oktober, tiga hari setelah kedua kepala negara berbicara via telepon. Pembicaraan pada 6 Oktober diikuti oleh pengumuman dari Gedung Putih bahwa Turki akan segera memulai operasi militer terhadap Suriah dan pasukan AS tidak akan terlibat dalam agresi itu.

"Turki akan segera bergerak maju dengan operasi militer yang telah lama mereka rencanakan terhadap Suriah utara," jelas pernyataan Gedung Putih pada saat itu.

Sponsored

AS tarik pasukan

Seminggu setelah percakapan telepon antara kedua kepala negara, Menteri Pertahanan AS Mark Esper mengumumkan bahwa Trump telah memerintahkan penarikan pasukan AS yang tersisa di Suriah utara.

"Ada pasukan Amerika yang kemungkinan terperangkap di antara dua kelompok yang berlawanan dan ini adalah situasi yang sangat tidak dapat dipertahankan. Saya berbicara dengan presiden ... Dan dia memerintahkan agar kita memulai penarikan pasukan dari Suriah utara," kata Esper.

Pada Rabu (16/10), anggota Partai Demokrat di Komite Hubungan Luar Negeri Senat, Bob Menendez, menulis surat kepada Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo.

Menendez meminta rincian terkait percakapan telepon Presiden AS dan Presiden Turki pada 6 Oktober untuk membandingkannya dengan pembicaraan Trump dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, yang telah menjadi bahan utama penyelidikan DPR terkait upaya pemakzulan.

"Sangat penting bahwa kongres dan warga AS memahami apa yang dikatakan Presiden Trump dalam percakapan teleponnya dengan Presiden Erdogan," jelas Menendez. "Seperti yang telah diketahui dalam panggilan telepon dengan Presiden Zelensky, Trump menempatkan kepentingan pribadinya di atas kepentingan keamanan nasional."

Trump pada Rabu menegaskan bahwa serangan Turki ke Suriah utara tidak ada hubungannya dengan AS. Dia juga mengklaim bahwa Kurdi kini jauh lebih aman.

"Tentara AS tidak dalam bahaya, sebagaimana seharusnya terjadi ketika dua negara memperebutkan wilayah yang tidak ada hubunganya dengan kami. Dan Kurdi sekarang jauh lebih aman, mereka tahu bagaimana cara bertarung," kata dia.