sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pesawat pengangkut 83 warga Inggris lepas landas dari Wuhan

Semula pesawat tersebut dijadwalkan meninggalkan Wuhan pada Kamis (30/1) pagi, namun tertunda akibat alasan yang tidak jelas.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Jumat, 31 Jan 2020 14:34 WIB
Pesawat pengangkut 83 warga Inggris lepas landas dari Wuhan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 128776
Dirawat 39082
Meninggal 5824
Sembuh 83710

Pemerintah Inggris mengumumkan bahwa pesawat yang mengangkut 83 warga Inggris dan 27 warga asing lainnya meninggalkan Kota Wuhan, Provinsi Hubei, pusat epidemi coronavirus tipe baru yang telah menewaskan lebih dari 200 orang dan menginfeksi lebih dari 9.000 orang.

"Pesawat sipil yang disewa oleh Kementerian Luar Negeri Inggris meninggalkan Wuhan pada pukul 09.45 waktu setempat," ungkap pemerintah Inggris.

Rombongan itu akan tiba pada pukul 13.00 GMT di Inggris, sebelum melanjutkan penerbangan ke Spanyol, di mana negara-negara Uni Eropa akan mengambil alih tanggung jawab atas warga negara mereka yang berada dalam penerbangan tersebut.

"Kami tahu betapa susahnya situasi ini bagi mereka yang menanti dievakuasi," ujar Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab. "Kami telah bekerja sepanjang waktu untuk memungkinkan pemulangan yang aman."

Sebelumnya, pesawat tersebut dijadwalkan meninggalkan Wuhan pada Kamis (30/1) pagi dengan sekitar 150 warga negara Inggris dan 50 warga negara non-Inggris, tetapi izin untuk lepas landas tidak kunjung keluar.

Alasan penundaan oleh otoritas China dan jumlah penumpang yang menyusut dari yang semua dilaporkan belum diketahui. Kedutaan Besar Inggris di Beijing dan Kementerian Luar Negeri Inggris belum berkomentar terkait hal ini.

Sejumlah warga Inggris telah buka suara bahwa mereka diberitahu tidak dapat membawa anggota keluarga dengan paspor China keluar dari kota itu.

Mereka yang kembali ke Inggris akan dikarantina selama 14 hari di fasilitas Layanan Kesehatan Nasional.

Sponsored

Seorang juru bicara pemerintah Inggris menuturkan bahwa setiap warga negara yang memenuhi syarat untuk dipulangkan akan mendapat kursi penerbangan tetapi warga negara yang sudah terinfeksi tidak akan diizinkan meninggalkan Wuhan.

Ada pun pemerintah Amerika Serikat telah merilis peringatan bagi warganya untuk tidak melakukan perjalanan ke China menyusul melonjaknya jumlah kematian akibat coronavirus jenis baru dan pengumuman WHO yang menetapkan epidemi itu sebagai darurat kesehatan global.

Jumlah korban tewas akibat coronavirus saat ini mencapai 213 orang dengan mereka yang terinfeksi di seluruh dunia mencapai lebih dari 9.800 orang.

Dalam travel advisory-nya, Kementerian Luar Negeri AS menaikkan tingkat peringatan ke China ke level yang sama dengan Afghanistan dan Irak.

"Jangan bepergian ke China menyusul coronavirus jenis baru yang pertama kali diidentifikasi di Wuhan," sebut Kemlu AS di situsnya.

Beijing belum mengomentari travel advisory yang dirilis AS, tetapi mereka telah merespons deklarasi WHO. Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri China menyatakan, Tingkok telah mengambil langkah pencegahan dan pengendalian paling komprehensif dan ketat.

"Kami memiliki kepercayaan diri dan kapabilitas penuh untuk memenangkan perang melawan epidemi ini," tegas Hua Chunying. (Reuters dan CNN)

Berita Lainnya