logo alinea.id logo alinea.id

Pidato kenegaraan Putin, peringatan bagi Amerika Serikat

Rusia akan merespons bila AS menempatkan rudal baru di Eropa.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Kamis, 21 Feb 2019 14:19 WIB
Pidato kenegaraan Putin, peringatan bagi Amerika Serikat

Presiden Vladimir Putin dalam pidaro kenegaraannya pada Rabu (20/2), memperingatkan Amerika Serikat agar tidak menempatkan rudal baru di Eropa. Dia menegaskan, Rusia, akan membalas dengan menerjunkan senjata baru yang akan cepat mencapai target.

Putin tidak menjelaskan senjata apa yang dimaksudnya, namun pernyataannya dinilai semakin meningkatkan ketegangan dengan Washington.

Dalam kesempatan yang sama, Putin menuduh AS meninggalkan Intermediate-Range Nuclear Forces (INF) Treaty untuk melancarkan pembangunan rudal baru dan mencoba untuk mengalihkan kesalahan terkait itu ke Rusia.

"AS seharusnya mengatakan dengan jujur daripada membuat tuduhan yang tidak berdasar terhadap Rusia untuk membenarkan penarikan mereka dari perjanjian itu," ujar Putin.

Negeri Paman Sam menuding Rusia melanggar INF dengan mengerahkan rudal jelajah yang melanggar batas. Moskow membantahnya.

INF melarang produksi, uji coba, dan penyebaran seluruh rudal balistik dan rudal jelajah nuklir yang diluncurkan dari darat dengan daya jangkau 500 hingga 5.500 km.

Senjata jarak menengah dipandang sangat tidak stabil karena membutuhkan waktu lebih singkat untuk mencapai target dibandingkan dengan rudal balistik antarbenua. Itu praktis tidak menyisakan waktu bagi para pembuat keputusan, meningkatkan kemungkinan konflik nuklir global atas peringatan peluncuran palsu.

Putin menegaskan kembali bahwa Rusia tidak akan menjadi yang pertama untuk meluncurkan rudal jarak menengah baru tetapi dia memperingatkan pembalasan yang cepat jika AS menempatkan senjata semacam itu di Eropa.

Sponsored

"Rudal jarak menengah akan memakan waktu 10-12 menit untuk mencapai Moskow. Ini ancaman yang sangat serius bagi kami, dan kami harus meresponsnya," tegas Putin.

Dalam satu titik, Putin yang tidak secara langsung menyebut AS menuturkan bahwa respons Rusia akan asimetris dan penggunaan senjata baru akan menargetkan jantung musuh dengan cepat.

"Rusia akan dipaksa untuk membuat dan menggunakan jenis senjata baru yang tidak hanya diperuntukkan terhadap wilayah asal ancaman, namun juga wilayah di mana pusat pengambilan keputusan mengarahkan penggunaan sistem rudal yang mengancam kita berada. Kemampuan senjata seperti itu, termasuk waktu untuk mencapai wilayah itu, akan setara dengan ancaman terhadap Rusia," kata Putin.

Lebih lanjut, Putin mengungkapkan bahwa batch pertama kendaraan luncur hipersonik Avangard akan dikerahkan tahun ini. Menurutnya, pengembangan kendaraan yang menurut militer mampu terbang 27 kali lebih cepat dari pada kecepatan suara adalah pencapaian teknologi yang sebanding dengan peluncuran satelit pertama Soviet pada 1957.

Putin menambahkan bahwa uji coba rudal balistik antarbenua (ICBM) Sarmat, rudal jelajah bertenaga nuklir Buverestnik, dan drone bawah air bertenaga nuklir Poseidon telah berkembang dengan sukses.

Kapal selama pertama yang dilengkapi peralatan untuk mengangkut Poseidon akan ditugaskan akhir tahun ini.

Tidak lama setelah pidato Putin, Kementerian Pertahanan Rusia merilis video singkat yang menunjukkan uji coba Poseidon yang dapat menargetkan wilayah pesisir dengan senjata nuklir berat, menyebabkan gelombang tsunami mematikan.

Putin juga mengumumkan rencana penyebaran rudal hipersonik Zircon, yang disebutnya mampu terbang dengan kecepatan sembilan kali kecepatan suara dan memiliki jangkauan 1.000 km. Putin mengatakan program Zircon tidak akan menghabiskan banyak uang karena rudal telah dirancang untuk melengkapi kapal dan kapal selam yang ada.

Rusia, disampaikan Putin, akan mengerahkan lebih banyak rudal hipersonik Kinzhal, yang mulai beroperasi tahun lalu. Kementerian Pertahanan mengungkapkan, Kinzhal telah berhasil diuji pada jarak lebih dari 1.000 km terhadap target laut dan darat.

"Kami minta satu hal, lakukan penghitungan terlebih dahulu sebelum membuat keputusan yang dapat menciptakan ancaman serius baru terhadap negara kami yang akan memicu tindakan balasan," ungkap mantan agen KGB tersebut.

Walau mengeluarkan peringatan terhadap AS, Putin mengklaim bahwa Negeri Beruang Merah masih menginginkan hubungan persahabatan dengan Washington dan tetap terbuka untuk membahas isu kontrol senjata.

"Kami tidak menginginkan konfrontasi, terutama dengan kekuatan global seperti AS," kata Putin.

Putin tidak melewatkan pidato kenegaraannya untuk mengkritik apa yang dia sebut sebagai kebijakan destruktif AS yang menargetkan Rusia dengan sanksi.

Hubungan Rusia dengan AS telah tenggelam ke level terendah usai Perang Dingin, dipicu oleh pencaplokan Semenanjung Krimea oleh Rusia pada 2014, dukungan Rusia terhadap rezim Suriah dan tuduhan campur tangan Moskow dalam Pilpres 2016.

Pernyataan mengancam Putin tentang senjata baru dan peringatan keras yang ditujukan kepada AS hanyalah bagian dari pidatonya sebagian besar berfokus pada persoalan domestik.

Putin berjanji kepada rakyatnya bahwa dia akan meningkatkan pembayaran tunjangan kesejahteraan, memperbaiki pendidikan dan sistem perawatan kesehatan, serta memindahkan tempat pembuangan sampah beracun dari kota-kota. Tujuannya tersebut telah disampaikan sebelumnya, namun kemajuannya lambat mengingat Rusia dihantam guncangan ekonomi yang dipicu oleh penurunan harga minyak dan sanksi Barat. (Time)