logo alinea.id logo alinea.id

Pidatonya blunder, Trump salahkan telepromter

Trump pernah mengkritik Obama dan Hillary yang disebutnya terlalu mengandalkan teleprompter saat berpidato.

Valerie Dante
Valerie Dante Sabtu, 06 Jul 2019 20:20 WIB
Pidatonya blunder, Trump salahkan telepromter

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyalahkan telepromter atas blunder dalam pidatonya pada perayaan Hari Kemerdekaan di Lincoln Memorial, Kamis (4/7).

Dalam sambutannya, Trump mengatakan bahwa pada 4 Juli, Angkatan Darat Kontinental mengambil alih bandara selama Perang Revolusi Amerika pada 1770-an.

"Tentara kami menjaga udara, menabrak benteng, mengambil alih bandara, mereka melakukan semua yang perlu dilakukan," tutur Trump.

Para kritikus dengan cepat menanggapi pidato Trump, menyatakan bahwa belum ada perjalanan udara di AS pada abad ke-18.

Mereka mengatkan tentara AS tidak mungkin menguasai bandara pada saat itu. Pasalnya, penerbangan pertama, yang dipelopori oleh Wright bersaudara, baru lepas landas pada 1903.

Menjelaskan kesalahannya, pada Jumat (5/7), Trump beralasan dia sulit membaca teks di telepromter dalam keadaan hujan.

Tanpa meminta maaf atas kesalahannya, Trump menuturkan sangat tidak menyenangkan mendapati telepromter mengalami kegagalan teknis di tengah-tengah pidatonya.

"Itu bukan perasaan yang baik ketika Anda berdiri di hadapan jutaan warga," kata dia. "Saya rasa hujan yang menyebabkan kegagalan teknis telepromter."

Sponsored

Sebelum menjabat sebagai presiden, Trump sempat beberapa kali mengkritik pendahulunya, Barack Obama. Dia menyebut Obama mengandalkan telepromter saat berpidato.

"Mengapa Obama selalu bergantung pada telepromter?," twitnya pada saat itu.

Pada 2016, dia mencerca lawannya dari Partai Demokrat, Hillary Clinton, yang menurutnya juga mengandalkan telepromter.

"Kinerja buruk Hillary Clinton! Hanya membaca dari telepromter! Dia bahkan tidak terlihat cocok sebagai presiden!," tulis Trump.

Perayaan Hari Kemerdekaan AS menampilkan parade militer di Washington dan manuver oleh tim aerobatik Angkatan Laut, Blue Angels. Para kritikus Trump menyebut acara itu tidak tepat dan penyalahgunaan dana publik. (BBC dan CNN)