logo alinea.id logo alinea.id

PM Australia dilempari telur

Telur yang mengenai kepala PM Australia Scott Morrison tidak pecah.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Selasa, 07 Mei 2019 12:12 WIB
PM Australia dilempari telur

Perdana Menteri Australia Scott Morrison dilempari telur oleh seorang wanita saat menghadiri acara Country Women's Association (CWA) di Albury, perbatasan New South Wales-Victoria.

Kedatangannya sebagai bagian dari kampanye jelang pemilu Australia yang akan berlangsung pada 18 Mei.

Wanita berusia 25 tahun itu berjalan di belakang Morrison yang tengah dikerumuni sejumlah orang dan melemparkan telur, yang memantul di kepala sang PM dan tidak pecah.

Pelaku, yang membawa sekotak telur, langsung diamankan oleh petugas keamanan.

Kepolisian New South Wales kemudian mengonfirmasi bahwa perempuan itu telah ditahan.

Sementara itu, seorang wanita bernama Margaret Baxter terjatuh saat petugas berusaha mengamankan pelaku dan dia dibantu oleh Morrison. Margaret dilaporkan tidak terluka.

"Keprihatinan saya tentang insiden di Albury adalah soal seorang wanita tua yang terjatuh. Saya membantunya berdiri dan memeluknya. Petani kita harus memiliki ketahanan yang sama atas para idiot yang menyerang pertanian dan rumah mereka," twit Morrison.

Sponsored

Margaret sendiri mengakui tidak kesakitan. "Saya baru-baru ini menjalani operasi di perut, jadi yang pertama saya lakukan adalah memegang perut saya untuk memastikan itu tidak terkena atau seseorang mendarat di atasnya."

"Saya sangat kecewa bahwa hal seperti itu terjadi pada pertemuan CWA, tetapi saya percaya orang itu bukan anggota CWA," kata Margaret.

Pelaku tidak menjawab pertanyaan awak media setelah diusir dari gedung.

Dalam sebuah pernyataan, kepolisian New South Wales menyatakan telur yang ditargetkan ke Morrison sebenarnya mengenai seorang wanita yang berbeda.

CWA menegaskan bahwa pelaku bukanlah salah satu anggota mereka.

Morrison sendiri disebut tidak terpengaruh pasca-pelemparan telur, dia terus menyapa para hadirin. Kemudian dia menghadiri acara Partai Liberal di Wodonga, di daerah pemilihan Indi.

Dari Melbourne, pemimpin oposisi Bill Shorten turut mengomentari insiden pelemparan telur yang dialami PM Morrison. Dia menyebutnya sebagai perilaku yang mengerikan dan memalukan.

"Di Australia kita memiliki pemilu yang bebas kekerasan, orang-orang diizinkan untuk memprotes secara damai tetapi segala sesuatu yang mendekati kekerasan tidak dapat diterima," ujar Shorten. "Jika pengunjuk rasa ini berpikir dia akan mendapatkan simpati atau dukungan dari saya, dia sangat salah."

Belakangan, telur menjadi populer dalam politik Australia.

Pada Maret lalu, seorang remaja Melbourne memecahkan telur di kepala Senator Queensland Fraser Anning setelah politikus itu mengaitkan imigrasi warga muslim dengan teror di dua masjid di Selandia Baru. (ABC News)