sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

PM Inggris: Anda harus berdiam diri di rumah

Kematian akibat Covid-19 di Inggris melonjak 54 jadi 336 termasuk satu di Cayman Island pada Senin (23/3).

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Selasa, 24 Mar 2020 10:55 WIB
PM Inggris: Anda harus berdiam diri di rumah
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini

Perdana Menteri Boris Johnson pada Senin (23/3) memerintahkan rakyat Inggris untuk tetap di rumah demi menghentikan penyebaran coronavirus jenis baru, menerapkan pembatasan pada kehidupan sehari-hari.

PM Johnson sendiri telah menolak tekanan untuk memberlakukan karantina wilayah penuh bahkan ketika negara-negara Eropa lain melakukannya, tetapi dia dinilai terpaksa mengubah taktik menyusul proyeksi yang menunjukkan bahwa sistem kesehatan Inggris dapat kewalahan.

Kematian akibat Covid-19 di Inggris melonjak 54 jadi 336 termasuk satu di Cayman Island pada Senin saat pemerintah mengumumkan bahwa militer akan membantu mengirimkan jutaan peralatan perlindungan diri termasuk masker kepada para petugas kesehatan yang mengeluhkan kekurangan. 

Inggris mencatat lebih dari 6.600 kasus, di mana 140 di antaranya, termasuk yang ada di Gibraltar telah dinyatakan sembuh. 

"Mulai malam ini saya harus memberi instruksi sederhana kepada rakyat Inggris, Anda harus berdiam diri di rumah," ujar PM Johnson dalam pidato yang disiarkan di televisi.

Masyarakat hanya akan diizinkan meninggalkan rumah untuk berbelanja kebutuhan pokok, olahraga, kebutuhan medis, serta bepergian ke dan dari tempat jika benar-benar diperlukan.

"Hal-hal tersebut adalah satu-satunya alasan Anda boleh meninggalkan rumah," kata dia seraya menambahkan bahwa orang-orang tidak boleh bertemu teman atau anggota keluarga yang tidak tinggal satu atap.

"Jika Anda tidak mengikuti aturan, polisi memiliki wewenang untuk menegakkannya, termasuk lewat denda dan membubarkan pertemuan."

Sponsored

Langkah-langkah ini, ujar PM Johnson, akan ditinjau dalam tiga minggu dan relaksasi dimungkinkan.

Seluruh toko yang menjual barang-barang yang tidak penting saat ini akan tutup, termasuk toko pakaian. Demikian pula dengan sejumlah ruang publik, termasuk perpustakaan, taman bermain, tempat olahraga di ruang terbuka serta tempat ibadah.

Konsorsium Ritel Inggris mengatakan bahwa para pemilik toko memahami gawatnya situasi.

Kebijakan tersebut mendapat dukungan dari pemimpin Partai Buruh Jeremy Corbyn. Para pimpinan kepolisian pun menilai bahwa langkah-langkah itu masuk akal dan mereka akan bekerja sama dengan pemerintah untuk menegakkannya.

Level kebijakan yang lebih keras ini dinilai dipicu oleh fakta bahwa masih banyak yang mengabaikan imbauan mengenai social distancing, dengan orang-orang masih banyak berkumpul di taman dan tempat-tempat kecantikan.

Di bawah langkah-langkah baru, pemerintah akan menghentikan semua pertemuan lebih dari dua orang yang tidak tinggal bersama di ruang publik dan seluruh acara sosial, termasuk pernikahan dan pembaptisan. Tapi, tidak demikian dengan pemakaman.

"Taman-taman akan tetap terbuka untuk berolahraga tetapi perkumpulan akan dibubarkan," tegas PM Johnson.

Majelis rendah parlemen Inggris diharapkan untuk segera menyetujui RUU darurat yang memberi otoritas wewenang untuk menangani Covid-19, termasuk hak untuk menahan orang dan menempatkan mereka dalam isolasi demi melindungi kesehatan masyarakat.

"Tanpa upaya nasional yang besar untuk menghentikan pertumbuhan virus ini, akan tiba saatnya ketika tidak ada layanan kesehatan di dunia yang mungkin dapat mengatasinya. Karena tidak ada cukup ventilator, tempat tidur, dokter, dan perawat," tutur PM Johnson dalam pidatonya.

Sebelumnya, dalam sebuah surat yang meminta pemerintah untuk menambah persediaan alat pelindung diri, lebih dari 6.000 dokter memperingatkan bahwa mereka merasa seperti "umpan meriam", diminta mempertaruhkan nyawa dengan masker yang ketinggalan zaman dan persediaan peralatan yang rendah.

Sekretaris Kesehatan Matt Hancock mengakui ada masalah tetapi berjanji akan mengambil tindakan. Dia mengatakan tentara akan mengendarai truk sepanjang hari dan malam untuk mendapatkan pasokan bagi staf medis.

"Ini adalah perang melawan virus sehingga tentara telah sangat membantu dalam mendapatkan logistik itu sehingga kami bisa mendapatkan pasokan untuk melindungi orang-orang di garis depan," katanya kepada BBC.

Sumber : Reuters

Berita Lainnya