sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

PM Israel kembali pimpin Partai Likud

Netanyahu meraih 72% suara, menang telak dibandingkan dengan penantangnya, Gideon Saar, yang hanya meraih 28% suara.

Valerie Dante
Valerie Dante Jumat, 27 Des 2019 11:01 WIB
PM Israel kembali pimpin Partai Likud

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meraih kemenangan besar dalam pemungutan suara yang menentukan kepemimpinan atas Partai Likud yang berkuasa.

Hasil resmi yang diumumkan Jumat (27/12) pagi menunjukkan bahwa Netanyahu meraih 72% suara, menang telak dibandingkan dengan penantangnya, Gideon Saar, yang hanya meraih 28% suara.

Sekitar 49% dari 116.000 anggota Likud mengikuti pemungutan suara pada Kamis (26/12).

Setelah pemungutan suara ditutup pada Kamis pukul 23.00 waktu setempat, Netanyahu mentwit bahwa dia meraih kemenangan.

"Bersama Tuhan dan dengan bantuan Anda, saya akan memimpin Likud menuju kemenangan besar dalam pemilu yang akan datang. Saya akan terus memimpin Israel meraih prestasi yang belum pernah dicapai," twit dia.

Rivalnya, Gideon Saar, mengakui kekalahannya. Dia menyatakan, akan mendukung Netanyahu dalam pemilu pada 2 Maret 2020.

"Rekan-rekan saya dan saya sendiri akan mendukung Netanyahu untuk keberhasilan Likud dalam pemilu," tutur mantan menteri pendidikan itu.

Saar merupakan tokoh ternama di Likud. Sebelumnya, dia mengungkapkan ingin membawa partai itu ke jalur baru. Dia memfokuskan kampanyenya pada janji untuk menjadi pemimpin yang dapat mengakhiri kebuntuan politik yang melanda Israel.

Sponsored

Sebelum pemungutan suara pada Kamis, Netanyahu melakukan siaran langsung di Facebook dan mendesak seluruh anggota Likud untuk memberikan suara mereka.

Pada Kamis, di tempat pemungutan suara di Yerusalem, David Amsalem, seorang anggota Likud, mengatakan dia memilih Netanyahu.

Meskipun Amsalem menghormati upaya Saar untuk menjadi pemimpin partai, dia mengatakan, krisis politik dan ancaman terhadap Likud seharusnya mendorong para anggota untuk bersatu dan mendukung pemimpin mereka.

Pemungutan suara internal Likud dipandang sebagai ujian untuk melihat apakah Netanyahu tetap dapat memimpin partai saat dihadapkan pada banyak kesulitan. PM berusia 70 tahun itu tengah bergulat dengan tuduhan suap dan korupsi, serta pemilu ketiga dalam waktu kurang dari satu tahun.

Pemilu sebelumnya, yang diadakan pada April dan September, menemui jalan buntu setelah Netanyahu dan rivalnya, Benny Gantz, sama-sama gagal meraih mayoritas untuk membentuk pemerintahan.

Netanyahu, pemimpin terlama Israel, telah menuai kritik dan kecaman setelah didakwa dalam tiga kasus korupsi pada November. Dia membantah melakukan kesalahan apa pun dan mengklaim tudingan terhadapnya sebagai "witch hunt" bermotivasi politik. (BBC dan The Guardian)

Berita Lainnya