sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

PM Italia: Pembatasan mungkin dilonggarkan akhir April

Italia berada pada urutan ketiga sebagai negara pemilik kasus Covid-19 terbanyak setelah Amerika Serikat dan Spanyol.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Kamis, 09 Apr 2020 18:58 WIB
PM Italia: Pembatasan mungkin dilonggarkan akhir April
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 404.048
Dirawat 60.569
Meninggal 13.701
Sembuh 329.778

Italia mungkin mulai secara bertahap melonggarkan pembatasan untuk mengekang Covid-19 pada akhir April, dengan catatan penyebaran virus itu terus melambat. Hal tersebut disampaikan Perdana Menteri Giuseppe Conte kepada BBC pada Kamis (9/4). 

"Kita perlu memilih sektor mana yang dapat memulai kembali aktivitas mereka. Jika para ilmuwan mengonfirmasi hal itu, kita mungkin mulai melonggarkan sejumlah langkah pada akhir bulan ini," jelas PM Conte.

PM Conte memperingatkan, bagaimanapun, Italia tidak bisa menurunkan penjagaannya dan pembatasan hanya akan dikurangi secara bertahap.

Ada 542 kematian akibat Covid-19 di Italia pada Rabu (8/4), lebih rendah dari 604 pada hari sebelumnya, menjadikan total fatalitas 17.669.

Sementara itu, 3.693 orang dalam perawatan intensif, turun dari 3.792 pada Selasa (7/4). Itu menunjukkan penurunan harian kelima berturut-turut.

Penurunan tersebut telah meningkatkan harapan bahwa situasi kritis akan mereda berkat lockdown skala nasional. Namun, di lain sisi, jumlah kasus baru naik 3.836 dibanding dengan 3.039 pada Selasa, menjadikan total kasus di Italia 139.422.

Italia berada pada urutan ketiga sebagai negara pemilik kasus Covid-19 terbanyak setelah Amerika Serikat dan Spanyol.

Negara itu memberlakukan lockdown nasional pada 9 Maret. Dua pekan kemudian, PM Conte mengumumkan bahwa bisnis yang tidak penting, termasuk manufaktur mobil, pakaian, dan furnitur, harus ditutup.

Sponsored

Bisnis-bisnis di jantung industri di utara Italia telah mendesak pemerintah untuk membiarkan mereka membuka kembali pabrik demi mencegah bencana ekonomi. Padahal utara adalah daerah yang paling parah dipukul Covid-19.

Sumber : Reuters

Berita Lainnya