logo alinea.id logo alinea.id

PM Kanada kembali minta maaf soal rasialis

Ini merupakan kali kedua PM Trudeau meminta maaf atas isu serupa.

Valerie Dante
Valerie Dante Jumat, 20 Sep 2019 11:01 WIB
PM Kanada kembali minta maaf soal rasialis

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau pada Kamis (19/9) kembali meminta maaf karena menggunakan riasan yang menggelapkan kulit wajah atau kerap disebut "blackface" dalam tiga insiden terpisah. Dia menambahkan bahwa dirinya tidak ingat berapa kali telah memakai riasan yang dicap rasialis itu.

"Apa yang saya lakukan menyakiti mereka, menyakiti orang-orang yang seharusnya tidak perlu menghadapi intoleransi dan diskriminasi karena identitas mereka. Ini adalah hal yang sangat amat saya sesalkan," kata PM Trudeau.

Dia mengatakan bahwa penggunaan riasan "blackface" tidak dapat diterima karena itu merupakan diskriminasi rasial.

"Saya seharusnya mengerti itu dan tidak melakukannya," ungkap dia.

Trudeau masih bersikeras bahwa dia adalah sekutu dalam perjuangan untuk keadilan sosial. Dalam pidato permintaan maafnya kepada publik, dia menyoroti tindakan pemerintahannya untuk memerangi rasialisme dan intoleransi.

Dia menolak untuk mengatakan secara pasti apakah ada lebih banyak insiden di mana dia menggunakan riasan wajah rasialis itu.

"Faktanya adalah saya tidak mengerti betapa hal ini menyakiti orang-orang yang menghadapi diskriminasi setiap harinya," ujar Trudeau.

PM Trudeau pertama kali meminta maaf pada Rabu (18/9) setelah majalah Time mengunggah foto dirinya mengenakan riasan "blackface" dalam sebuah pesta pada 2001.

Sponsored

Trudeau mengatakan foto "blackface" yang diberitakan oleh Time diambil ketika dia menjadi guru. Saat itu, dia sedang menghadiri pesta bertema "Arabian Nights".

Seorang juru bicara Partai Liberal, Zita Astravas, mengatakan bahwa PM Trudeau menghadiri pesta itu mengenakan kostum Aladdin, lengkap dengan jubah dan serban.

Dalam permintaan maaf pada Rabu, Trudeau juga mengaku memakai riasan "blackface" saat menyanyikan lagu rakyat Jamaika. Pada Rabu malam, CTV News memperoleh foto Trudaeu mengenakan dandanan rasialis yang dimaksud dalam buku tahunan Brebeuf College.

Kemudian pada Kamis, Global News memperoleh rekaman video Trudeau menggunakan riasan wajah hitam dari sebuah sumber dari Partai Konservatif. Sumber anonim itu mengatakan bahwa video tersebut diambil sekitar 1993-1994.

Juru bicara Partai Liberal mengonfirmasi kepada CTV bahwa video itu memperlihatkan Trudeau pada awal 1990-an.

Pada Kamis, Trudeau menekankan bahwa dia dan pemerintahannya akan terus bekerja untuk membuat negara lebih baik.

"Saya akan terus fokus pada hal itu dan terus bekerja untuk memerangi intoleransi dan diskriminasi, meskipun jelas saya membuat kesalahan di masa lalu," tuturnya di hadapan publik.

Insiden-insiden itu memicu amarah sejumlah politikus. Skandal tersebut dapat berimbas buruk bagi Trudeau yang sedang bertarung dalam pemilu federal yang akan berlangsung pada 21 Oktober.

Pemimpin Partai Konservatif Andrew Scheer mengungkapkan kekecewaannya atas tindakan rasialis PM Trudeau.

"Sama seperti semua orang Kanada, saya sangat terkejut dan kecewa ketika saya mengetahui tindakan Justin Trudeau. Mengenakan riasan 'blackface' adalah tindakan ejekan dan rasialisme terbuka ... Apa yang orang Kanada lihat adalah seseorang yang sama sekali tidak memiliki integritas dan tidak cocok untuk memerintah," tegas dia.

Senada dengan Scheer, Pemimpin Partai Hijau Elizabeth May mengatakan dia sangat terkejut atas perbuatan Trudeau di masa lampau.

"Dia harus meminta maaf atas kesalahannya dan berkomitmen untuk menghargai keadilan sosial di level pemerintah," twit May.

Sumber : CNN