sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

PM Netanyahu: Israel hanya untuk bangsa Yahudi

PM Netanyahu menyatakan seluruh warga negara, termasuk orang Arab, memiliki hak setara di Israel. Namun, negara itu hanya untuk Yahudi.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Senin, 11 Mar 2019 20:06 WIB
PM Netanyahu: Israel hanya untuk bangsa Yahudi
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 2491
Dirawat 2090
Meninggal 209
Sembuh 192

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan, Israel bukanlah negara yang diperuntukkan bagi seluruh warganya.

Dalam pernyataannya di Instagram, PM Netanyahu mengatakan bahwa seluruh warga negara, termasuk orang Arab, memiliki hak yang setara. Tetapi dia merujuk pada UU Negara Bangsa Yahudi yang sangat kontroversial yang disahkan tahun lalu.

UU itu menyatakan Israel sebagai negara bangsa orang-orang Yahudi.

"Israel bukanlah negara yang diperuntukkan bagi seluruh warganya," tulisnya sebagai respons atas kritik aktris Rotem Sela. "Menurut hukum kewarganegaraan dasar yang kami setujui, Israel adalah negara bangsa orang-orang Yahudi. Sebagaimana yang Anda (Sela) tulis, tidak ada masalah dengan warga Arab di Israel. Mereka memiliki hak yang sama seperti kita semua dan pemerintah Likud telah berinvestasi lebih banyak di sektor Arab dibanding pemerintahan sebelumnya."

Netanyahu kembali menegaskan hal yang sama pada awal pertemuan kabinet. Dia menyebut Israel negara Yahudi yang demokratis dengan persamaan hak, tetapi negara itu tidak diperuntukkan bagi seluruh warganya melainkan hanya orang-orang Yahudi.

PM Netanyahu dituding menjelek-jelekkan orang Arab Israel, yang memiliki persentase 17% dari populasi, dalam upaya untuk meningkatkan jumlah pemilihnya dalam pemilu yang dijadwalkan digelar pada 9 April. Dia terus memperingatkan bahwa lawan-lawannya akan mendapat dukungan partai-partai Arab dan mereka akan membuat konsesi yang signifikan bagi Palestina.

Warga Arab Israel adalah warga Palestina yang tetap tinggal di tanah mereka setelah pembentukan Israel pada 1948 dan sebagian besar mendukung kemerdekaan Palestina.

Netanyahu menghadapi tantangan berat dari aliansi politik sayap tengah yang dipimpin oleh Benny Gantz, mantan kepala staf militer, dan Yair Lapid, mantan menteri keuangan. Netanyahu dinilai memimpin pemerintah sayap kanan paling ekstrem dalam sejarah Israel. Dia menegaskan keinginannya akan koalisi yang sama pasca-pemilu mendatang.

Sponsored
Opsi lockdown yang diabaikan Jokowi...

Opsi lockdown yang diabaikan Jokowi...

Senin, 06 Apr 2020 06:02 WIB
Menagih janji keringanan cicilan utang

Menagih janji keringanan cicilan utang

Senin, 06 Apr 2020 05:43 WIB
Berita Lainnya