sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

PM Spanyol: Kita sedang berperang

Spanyol merupakan negara kedua di Eropa yang terdampak parah pandemik Covid-19 setelah Italia. 

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Senin, 23 Mar 2020 12:06 WIB
PM Spanyol: Kita sedang berperang
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini

Pemerintah Spanyol akan memperpanjang keadaan darurat akibat coronavirus jenis baru hingga 11 April, sementara muncul desakan agar langkah-langkah pembatasan untuk memerangi pandemik diperketat.

Spanyol merupakan negara kedua di Eropa yang terdampak parah pandemik Covid-19 setelah Italia. 

Menurut Kementerian Kesehatan Spanyol, jumlah kasus positif coronavirus jenis baru di negara itu mencapai 28.768 pada Minggu (22/3), naik dari 24.926 pada hari sebelumnya. Dari jumlah itu 1.772 di antaranya meninggal, naik dari 1.326 dari hari sebelumnya. Ada pun 2.575 lainnya dinyatakan sembuh.

Dari 28.768 kasus positif Covid-19, 54% dirawat di rumah sakit dan 12% di antaranya adalah staf kesehatan. Seorang pejabat mengungkapkan kekhawatirannya terkait hal itu mengingat staf kesehatan berada di garis depan dalam penanganan coronavirus jenis baru.

"Kita sedang berperang," ujar Perdana Menteri Pedro Sanchez, menyerukan Eropa untuk meluncurkan program investasi publik dalam jumlah besar dan terkoordinasi seperti Marshall Plan.

Marshall Plan adalah program ekonomi skala besar pada 1947-1951 oleh Amerika Serikat yang bertujuan membangun kembali kekuatan ekonomi negara-negara di Eropa pasca-Perang Dunia II.

Keadaan darurat nasional di Spanyol diumumkan pada 14 Maret dan semula dimaksudkan untuk diterapkan selama 15 hari.

Perpanjangan status keadaan darurat nasional perlu disetujui oleh parlemen. Dan opsi itu diperkirakan lolos setelah partai oposisi utama, Partai Rakyat yang konservatif, mengatakan akan mendukungnya.

Sponsored

Sanchez berharap semua pihak menyokong perpanjangan tersebut. Parlemen sendiri dijadwalkan mengadakan sesi pleno pada Rabu (25/3).

PM Spanyol itu memuji komitmen rakyatnya untuk tetap di rumah, dan membela kebutuhan perpanjangan keadaan darurat dengan mengatakan, "Kami berharap bahwa dengan tindakan yang begitu drastis, dramatis, dan sulit ini ... kita dapat menekuk kurva coronavirus."

Fernando Simon, Kepala Komite Darurat Kesehatan Spanyol, menyatakan bahwa dalam beberapa hari mendatang mereka akan mulai mendistribusikan ratusan ribu kit tes cepat dengan daerah-daerah paling terdampak menjadi prioritas.

Tuntutan daerah

Tujuh belas wilayah di Spanyol mengelola perawatan kesehatan. Tetapi di bawah status keadaan darurat, setiap keputusan berada di tangan pemerintah pusat.

Sanchez mengadakan video call pada Minggu dengan seluruh pemimpin daerah, beberapa dari mereka seperti Catalonia dan Murcia, menuntut penutupan atau isolasi total kecuali layanan-layanan penting.

Pemerintah Murcia bahkan telah mengeluarkan perintah terkait itu, namun kemudian ditolak oleh Kementerian Kesehatan Spanyol dengan alasan pemerintah daerah tidak memiliki wewenang untuk mengambil keputusan seperti itu.

PM Sanchez menggarisbawahi bawah Angkatan Bersenjata Spanyol akan memperluas perannya dalam menangani pandemik dengan memindahkan pasien ke rumah sakit yang kurang padat, mengangkut peralatan kesehatan, dan membantu warga negara Spanyol di luar negeri untuk pulang.

Pemerintah juga mengumumkan bahwa mulai tengah malam mereka akan membatasi masuknya sebagian besar orang asing di pintu-pintu masuk di bandara dan pelabuhan selama 30 hari ke depan. Para pemimpin Uni Eropa telah sepakat untuk menutup perbatasan eksternal blok itu untuk periode yang sama.

Di bidang ekonomi, Sanchez mengatakan Uni Eropa dapat melakukan dan harus melakukan lebih banyak untuk membantu menangani dampak Covid-19. Spanyol memiliki salah satu tingkat pengangguran tertinggi di negara maju.

Sumber : Reuters

Berita Lainnya