sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

PM: Tanggapan Prancis terkait Covid-19 terbaik di Eropa

Menurut angka terbaru dari otoritas kesehatan, ada 26.362 kasus baru dan 357 kematian dalam 24 jam terakhir.

Valerie Dante
Valerie Dante Jumat, 05 Feb 2021 20:16 WIB
PM: Tanggapan Prancis terkait Covid-19 terbaik di Eropa
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Perdana Menteri Prancis Jean Castex pada Kamis (4/2) mengatakan, pembatasan dan tindakan pencegahan yang diberlakukan pemerintah telah berhasil mengendalikan pandemik Covid-19.

Castex menuturkan, Prancis berhasil mengendalikan laju penyebaran Covid-19 bahkan ketika negara-negara tetangga di Eropa sedang berjuang menghadapi gelombang infeksi kedua.

Sehari setelah pertemuan dewan pertahanan kesehatan tingkat tinggi, Castex bersama dengan Menteri Kesehatan (Menkes), Olivier Veran, Menteri Dalam Negeri Gerald Darmanin, dan pejabat lainnya mengadakan konferensi pers untuk memberikan informasi terbaru tentang situasi saat ini.

Menggunakan istilah seperti "stabil" dan "rapuh" untuk menggambarkan situasi kesehatan nasional secara keseluruhan, infeksi harian, hasil tes positif, dan penerimaan rumah sakit, Castex mengatakan bahwa sejauh ini Prancis belum melihat gelombang infeksi baru yang besar.

"Tingkat infkesi kami masih tinggi tetapi masih jauh lebih rendah daripada pada Oktober 2020," katanya.

Dia menegaskan, bahwa situasi saat ini tidak membenarkan diberlakukannya lockdown skala nasional baru, yang hanya dapat dianggap sebagai upaya terakhir untuk mengendalikan pandemik.

Menurut angka terbaru dari otoritas kesehatan, ada 26.362 kasus baru dan 357 kematian dalam 24 jam terakhir.

"Situasinya tetap mengkhawatirkan, tetapi sangat berbeda dengan banyak tetangga kami. Tingkat kematian adalah salah satu yang terendah di Eropa," ujar dia.

Sponsored

Dia menambahkan sejak dua minggu terakhir, kasus positif tidak melonjak secara signifikan karena langkah-langkah seperti jam malam dan penutupan perbatasan bagi pelancong non-Uni Eropa.

"Ketika kita melihat apa yang terjadi di tempat lain, Prancis tidak perlu malu," tegas Castex.

Dia turut memuji penduduk atas kewaspadaan yang luar biasa sejak musim liburan Natal yang memungkinkan negara itu mengendalikan situasi pandemik.

Diskusi dan perdebatan tentang kemungkinan lockdown nasional ketiga telah berlangsung selama beberapa hari terakhir.

Pekan lalu, pemerintahan Presiden Emmanuel Macron mengesampingkan tindakan penguncian, alih-alih mengintensifkan jam malam, memperkuat kontrol perbatasan, serta menutup pintu masuk dan keluar di Prancis untuk pelancong non-Uni Eropa.

Menteri Dalam Negeri Darmanin telah memperingatkan bahwa dalam beberapa hari mendatang, perbatasan darat akan semakin diperketat dan langkah tersebut dapat mengganggu pekerja lintas batas.

Dia mengumumkan, 177.000 orang didenda karena ketidakpatuhan sejak peningkatan pengawasan oleh polisi dan polisi.

Peredaran varian baru Covid-19 asal Inggris, Afrika Selatan, dan Brasil merupakan ancaman yang sangat nyata karena peredarannya yang aktif dan cepat. Sejak 8 Januari, infeksi karena varian tersebut telah meningkat dari sekitar 3,3% menjadi 14%.

Menkes Veran mengatakan, varian asal Afrika Selatan dan varian Brasil lebih mengkhawatirkan karena kurangnya data.

"Prancis sedang 'berlomba melawan kebangkitan' dalam menghadapi penyebaran varian baru. Kami tidak akan bisa memberantasnya," ungkapnya.

Pemerintah juga mengumumkan jam malam selama tiga minggu mulai Jumat (5/2) pukul 18.00 di wilayah Mayotte.

Dalam beberapa hari mendatang, pemerintah akan meluncurkan kampanye vaksinasi bagi 1,7 juta penerima suntikan pertama, termasuk para petugas kesehatan, staf rumah sakit, dan pekerja garis depan. Prancis akan menggunakan vaksin Covid-19 milik AstraZeneca. (Anadolu Agency)

Berita Lainnya