sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Polisi Filipina janji kejar pelaku bom kembar Jolo

Filipina kecam keras tindakan teror di tengah pandemi.

Angelin Putri Syah
Angelin Putri Syah Selasa, 25 Agst 2020 11:33 WIB
Polisi Filipina janji kejar pelaku bom kembar Jolo
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 385.980
Dirawat 63.556
Meninggal 13.205
Sembuh 309.219

Polisi Nasional Filipina (PNP) pada Selasa (25/8) berjanji untuk mengejar para pelaku ledakan bom kembar yang mengguncang Jolo, Sulu pada hari Senin kemarin.

"Kami bergabung dengan seluruh bangsa Filipina mengecam keras tindakan teror yang tidak masuk akal ini dengan motif apa pun selama masa pandemi ini. Kami menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada keluarga korban. Kami meyakinkan mereka atas tekad dan komitmen kami untuk mengadili mereka yang bertanggung jawab atas serangan keji ini," ujar kepala PNP, Jenderal Archie Gamboa dalam pernyataan pers.

Dia mengatakan, PNP telah memobilisasi semua pasukan keamanan yang ada dalam operasi pengejaran terhadap pelaku atas aksi teror yang menewaskan sedikitnya 14 orang dan melukai 70 lainnya.

Gamboa juga memerintahkan Direktur Daerah PNP Bangsamoro, Brigjen Manuel Abu, untuk lebih mengintensifkan pelaksanaan pos pemeriksaan, patroli visibilitas polisi, serta operasi intelijen dan penegakan hukum yang terfokus dalam koordinasi yang erat dengan Pasukan Bersenjata Filipina (AFP) dan anggota sektor keamanan lainnya.

Dalam laporan lanjutannya menyebut bahwa ledakan terjadi di depan Paradise Enterprises di Barangay Walled City, Jolo, Sulu melukai beberapa warga sipil dan personel militer.

Aparat PNP dan AFP Jolo kemudian bergegas ke tempat kejadian untuk membantu para korban dan memastikan keselamatan warga lain, namun kemudian ledakan lain terjadi di dekat ledakan pertama.

Di antara mereka yang tewas adalah satu petugas polisi, tujuh tentara, dan enam warga sipil. Satu-satunya korban polisi diidentifikasi sebagai Joe Michael Langbis, anggota Pasukan Aksi Khusus PNP.

Polisi dan personel militer serta warga sipil yang terluka lainnya sekarang menjalani perawatan di rumah sakit terdekat di Sulu. Gamboa mengatakan, PNP meminta bantuan publik untuk informasi apa pun yang dapat membantu polisi untuk mengidentifikasi tersangka dan mencegah kejadian serupa berulang. (Philippine News Agency)

Sponsored
Berita Lainnya