sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Polisi identifikasi 39 jasad warga Vietnam di Inggris

Dua orang di antara yang tewas berumur 15 tahun, sedangkan yang tertua berusia 44 tahun. Jasad mereka ditemukan dalam truk berpendingin.

Valerie Dante
Valerie Dante Sabtu, 09 Nov 2019 13:39 WIB
Polisi identifikasi 39 jasad warga Vietnam di Inggris

Sepuluh remaja termasuk di antara 39 warga Vietnam yang jasadnya ditemukan di dalam sebuah truk berpendingin di wilayah tenggara Inggris pada Oktober. Hal itu disampaikan polisi Inggris pada Jumat (8/11) ketika menyampaikan perincian korban tewas.

Dua orang di antara yang tewas berumur 15 tahun, sedangkan yang tertua berusia 44 tahun. Sekitar 20 orang berasal dari Provinsi Nghe An, Vietnam, sekitar 200 kilometer selatan dari Hanoi.

Polisi menyatakan akan menunggu hingga seluruh proses identifikasi selesai sebelum merilis informasi lengkap ke publik.

"Prioritas kami ada mengidentifikasi para korban, menjaga martabat mereka yang telah meninggal dan memberi bantuan bagi kerabat dan keluarga korban," kata Asisten Kepala Polisi Tim Smith.

Smith menyatakan sangat penting bagi kepolisian untuk memastikan bahwa keluarga korban terlebih dahulu diberitahu informasi terkait identitas korban dan diberi waktu untuk berduka sebelum merilis informasi tersebut ke publik.

Pihak berwenang Inggris bekerja sama dengan polisi Vietnam dan petugas koroner untuk mengidentifikasi mayat-mayat yang ditemukan pada 23 Oktober di dalam sebuah truk kontainer tersebut.

Pekan lalu, polisi menyatakan bahwa seluruh korban merupakan warga Vietnam. Sampel DNA diambil dari sejumlah keluarga di Vietnam yang menduga kerabat mereka yang hilang berada di truk itu.

Beberapa nama terduga korban telah muncul dalam laporan berita, salah satunya Phan Thi Tra My, wanita berusia 26 tahun yang sempat mengirimkan pesan teks terakhir bagi ibunya.

Sponsored

"Aku meminta maaf, ibu dan ayah ... Perjalananku ke luar negeri tidak berhasil. Ibu dan ayah aku sangat mencintaimu. Aku sekarat karena tidak bisa bernapas ... Bu, aku minta maaf," bunyi pesan singkat itu.

Keluarganya mengaku tidak dapat menghubunginya sejak pesan itu tiba.

Para korban, yang terdiri 31 pria dan delapan wanita, diyakini telah membayar penyelundup manusia untuk transit klandestin mereka ke Inggris. Polisi setempat telah mendakwa Maurice Robinson (25) dari Irlandia Utara dengan 39 tuduhan pembunuhan dan konsipirasi terkait perdagangan orang.

Selain itu, di Irlandia, Eamonn Harrison (22) ditangkap atas perintah Inggris. Polisi Essex mengatakan mereka telah memulai proses ekstradisi untuk membawanya ke Inggris untuk menghadapi tuduhan pembunuhan. Sebanyak delapan orang lainnya telah ditangkap di Vietnam.

Keluarga-keluarga di Vietnam telah menyiapkan altar dengan dupa dan foto-foto anggota keluarga mereka yang hilang, berdoa agar mereka pulang.

Tragedi itu menjadi pukulan keras bagi komunitas Vietnam di Inggris. Pekan lalu mereka berkumpul untuk menyalakan lilin di Church of the Holy Name dan Our Lady of the Sacred Heart di London timur untuk berduka atas kematian 39 orang tersebut.

Pastor Simon Thang Duc Nguyen, imam Katolik Roma yang mengorganisir upacara itu, mengatakan bahwa komunitas Vietnam tidak pernah menyangka orang sebanyak itu dapat menjadi korban dalam satu insiden.

"Ini adalah upacara pemakaman untuk seluruh bangsa, bukan hanya untuk keluarga yang berduka," kata dia.

Sumber : Al Jazeera