logo alinea.id logo alinea.id

Polisi selidiki tersangka pembakaran studio animasi di Jepang

Kebakaran yang disengaja di studio animasi Kyoto Animation menewaskan 33 orang.

Valerie Dante
Valerie Dante Jumat, 19 Jul 2019 16:14 WIB
Polisi selidiki tersangka pembakaran studio animasi di Jepang

Polisi Jepang sedang menyelidiki motif seorang pria yang menjadi tersangka pembakaran studio animasi terkemuka Kyoto Animation yang menewaskan 33 orang. Peristiwa yang terjadi pada Kamis (18/7), itu telah membuat para penggemar anime di seluruh dunia berduka.

Sebanyak 12 pria, 20 wanita, dan seorang lain yang belum dikonfirmasi jenis kelaminnya tewas dalam kobaran api. Sedangkan 35 lainnya dilaporkan menderita luka-luka.

Setelah memadamkan api, petugas pemadam kebakaran memasuki gedung tersebut pada Kamis pagi waktu setempat dan menemukan 20 jasad terbaring di tangga menuju pintu keluar atap gedung. Tim pemadam kebakaran lainnya menemukan 11 jasad di lantai dua dan dua jasad lainnya di lantai dasar.

Polisi mengatakan terdapat 74 orang di dalam gedung yang terletak di distrik Fushimi-ku, Kyoto, pada saat kebakaran terjadi. Kobaran api dilaporkan menyebar begitu cepat sehingga banyak orang di dalam gedung tidak punya waktu untuk menyelamatkan diri.

Beberapa orang menderita patah tulang karena melompat keluar dari jendela di lantai dua dan tiga.

Insiden ini adalah pembunuhan massal terburuk di Jepang sejak serangan pembakaran pada 2001 di sebuah bangunan di Kabukicho, Tokyo, yang menewaskan 44 orang.

Jumlah korban tewas akibat kebakaran pada Kamis juga lebih besar dibanding jumlah korban serangan gas sarin di kereta bawah tanah Tokyo pada 1995, yang menewaskan 13 orang.

Pada Jumat (19/7), para pelayat dan penggamar anime mengunjungi bangunan itu dan memberi bunga sebagai tanda penghormatan kepada mereka yang kehilangan nyawa.

Sponsored

"Saya tidak bisa mengekspresikan kesedihan ini. Saya sangat terinspirasi oleh karya-karya KyoAni," kata seorang penggemar, merujuk pada nama populer studio animasi itu.

Pada Kamis, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengungkapkan kesedihannya di Twitter dan melayangkan belasungkawa kepada para korban.

Target penyerangan

Kebakaran dimulai pada Kamis pukul 10.30 pagi waktu setempat setelah seorang tersangka yang berusia 41 tahun menuangkan bensin di lantai pertama studio dan kemudian menyulut api.

Polisi mengatakan, seorang warga setempat melaporkan mendengar suara ledakan dari dalam bangunan tersebut.

Seorang saksi menerangkan kepada polisi bahwa tersangka sempat berteriak "Mati!" saat menumpahkan cairan di dalam gedung. Menurut polisi Kyoto, sebuah ransel yang berisi beberapa pisau dan dua tabung cairan mirip bensin ditemukan di dekat lokasi kebakaran.

Ketika api mulai merambat, seorang karyawan berlari untuk melaporkan insiden ini kepada polisi. Setelah dia kembali ke lokasi, dia melihat tersangka terbaring di tanah sekitar 100 meter dari kantor studio animasi.

Tersangka, yang menderita luka bakar parah di wajah, kaki, lengan, dan tubuhnya, bertanya kepada petugas yang datang untuk menangkapnya, "Apakah Anda akan menangkap saya?".

Seorang saksi mata menuturkan kepada televisi lokal bahwa ketika ditahan, tersangka mengatakan kepada petugas bahwa Kyoto Animation Co telah melakukan tindakan plagiarisme.

Polisi menyatakan perlu menunggu hasil wawancara tersangka sebelum dapat mengonfirmasi motifnya. Petugas belum dapat menanyai tersangka pada Kamis mengingat luka bakar yang dideritanya.

Butuh empat jam bagi petugas pemadam kebakaran untuk mengendalikan api di kantor Kyoto Animation Co.

CEO Kyoto Animation Hideaki Yata mengatakan bahwa perusahaan sebelumnya menerima ancaman kematian melalui surat dan mereka telah melaporkannya ke polisi.

Hideaki mengungkapkan kesedihannya karena pekerja di industri animasi telah menjadi target kekerasan.

"Mereka adalah orang-orang yang menopang industri animasi Jepang. Saya tidak percaya bahwa mereka telah dilukai bahkan kehilangan nyawa," kata dia.

Didirikan pada 1981, Kyoto Animation Co menjadi tenar dengan memproduksi animasi, novel, komik dan buku berkualitas tinggi. Di antaranya adalah animasi-animasi populer termasuk "Free!", "K-On!", dan "Violet Evergarden", yang juga ditayangkan di Netflix pada 2018.

Susan Napier, profesor studi Jepang di Tufts University, mengatakan Kyoto Animation Co telah mengembangkan reputasi sebagai tempat kerja yang baik dengan memberikan gaji yang memungkinkan para karyawannya membuat animasi berkualitas tinggi. Studio animasi itu juga mengoperasikan sekolah untuk animator.

"Kebakaran itu adalah kehilangan yang signifikan, baik dalam hal tragedi kehilangan nyawa manusia maupun kehilangan karya kreatif yang mungkin disimpan di studio selama hampir 40 tahun keberadaannya," jelas Napier.

Sumber : CNN