sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Polisi tangkap 10 demonstran anti lockdown di London

Beberapa petugas polisi Inggris terluka pada Sabtu ketika mereka memerintahkan ribuan pengunjuk rasa yang berpartisipasi dalam demonstrasi.

Valerie Dante
Valerie Dante Senin, 28 Sep 2020 10:15 WIB
Polisi tangkap 10 demonstran anti lockdown di London
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 534.266
Dirawat 66.752
Meninggal 16.825
Sembuh 445.793

Polisi Inggris menangkap 10 orang dalam demonstrasi anti lockdown Covid-19 di pusat Kota London pada Sabtu (26/9).

Aksi unjuk rasa berubah menjadi bentrok ketika petugas keamanan yang dilengkapi tongkat berusaha membubarkan kerumunan. Mereka kemudian menangkap 10 orang yang diduga sebagai provokator kerusuhan.

Pihak berwenang menyatakan bahwa empat petugas terluka dalam bentrok, termasuk dua yang membutuhkan perawatan lebih lanjut di rumah sakit.

Beberapa petugas polisi Inggris terluka pada Sabtu ketika mereka memerintahkan ribuan pengunjuk rasa yang berpartisipasi dalam demonstrasi anti lockdown di pusat kota untuk membubarkan diri karena tidak mematuhi aturan jarak sosial.

Memegang papan bertuliskan "We Do Not Consent" dan "Stuff the Stupid Rules", ribuan pedemo berkumpul di Trafalgar Square untuk memprotes pembatasan sosial yang diberlakukan untuk mengekang penyebaran pandemik Covid-19.

Polisi London mengatakan bahwa protes harus diakhiri karena para demonstran gagal mematuhi protokol kesehatan wajib seperti menjaga jarak sosial dan memakai masker.

Pemerintah Inggris tengah berupaya menahan laju infeksi dalam gelombang dua Covid-19. Sebagai bagian dari upaya menekan angka infeksi, Perdana Menteri Boris Johnson kembali memberlakukan lockdown ketat.

Di bawah ketetapan lockdown, pemerintah melarang pertemuan dengan jumlah lebih dari enam orang. Selain itu, semua bar dan restoran wajib tutup pukul 22.00 demi menghindari kerumunan pengunjung.

Sponsored

Sejauh ini Inggris mencatat 434.969 kasus positif Covid-19, termasuk 41.988 kematian. (Sydney Morning Herald)

Berita Lainnya