sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Politikus sayap kanan Jair Bolsonaro sah jadi presiden Brasil

Jair Bolsonaro merupakan pengagum berat Donald Trump . Pelantikannya menandai pergeseran tajam Brasil ke ideologi sayap kanan.

Valerie Dante
Valerie Dante Rabu, 02 Jan 2019 16:47 WIB
Politikus sayap kanan Jair Bolsonaro sah jadi presiden Brasil
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 252923
Dirawat 58788
Meninggal 9837
Sembuh 184298

Jair Bolsonaro dilantik sebagai presiden pada Selasa (1/1). Peristiwa ini menandai pergeseran tajam Brasil ke ideologi sayap kanan sejak transisi menjadi negara demokrasi tiga dekade yang lalu.

Bolsonaro yang merupakan mantan perwira militer berjanji untuk mengambil langkah-langkah radikal demi memangkas tingkat kejahatan dan korupsi yang meluas.

Dia telah bersumpah akan membawa negara terbesar di Amerika Selatan ini ke arah yang baru. Bolsonaro akan memperbolehkan warganya memiliki pistol untuk melindungi diri dan mempromosikan lebih banyak pembangunan di Hutan Amazon.

Bolsonaro berjanji akan membela konstitusi, demokrasi, dan kebebasan. Dia membantah akan membawa negara itu ke arah otoritarianisme.

Sebagai pengagum berat Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Bolsonaro berkomitmen untuk mengubah haluan kebijakan luar negeri Brasil yang tadinya condong ke kiri.

Dalam pidato publik pertamanya, Bolsonaro menegaskan Brasil akan "mulai membebaskan diri dari sosialisme" dan "political correctness", bertentangan dengan kebijakan pemerintahan sebelumnya selama beberapa dekade terakhir.

"Saya mengundang Kongres untuk bergabung dengan saya dalam misi untuk memulihkan dan membangun kembali negara kita. Membebaskannya dari korupsi, kejahatan, ekonomi yang tidak bertanggung jawab, dan perangkap ideologis," ungkap Bolsonaro setelah disumpah menjadi presiden.

Bolsonaro adalah pendukung kuat rezim militer yang memerintah Brasil dari tahun 1964 hingga 1985 dan merupakan pemimpin paling konservatif yang berkuasa di Amerika Selatan selama beberapa dekade terakhir. Dia menempatkan mantan perwira militer sebagai wakil presiden dan sejumlah menteri utamanya.

Sponsored

Saat mendatangi Kongres, para anggota parlemen pendukung Bolsonaro menyambutnya dengan membentuk jari mereka bak pistol.

Bolsonaro berjanji akan memangkas birokrasi, mempromosikan kebijakan ekonomi pasar bebas, dan melindungi petugas kepolisian.

Dia pun akan mencoba melonggarkan undang-undang senjata, mengatakan bahwa "warga negara yang baik layak mendapat metode bela diri". Namun, langkah itu dapat ditentang oleh Kongres. 

Bolsonaro diprediksi akan menghadapi tantangan berat jika ingin meningkatkan perekonomian Brasil yang lesu. Menurut para analis, eskalasi ekonomi akan membutuhkan langkah-langkah penghematan yang luas. Untuk mencapainya, Bolsonaro perlu menengahi 36 partai politik di negara itu, yang akan menuntut kompromi dan keterampilan politiknya.

Pasca-pelantikan Bolsonaro, Trump mengirimkan ucapan selamat melalui Twitter.

Pihak berwenang menyatakan mereka mengharapkan setengah juta warga untuk menghadiri acara pelantikan, tetapi kerumunan yang hadir lebih sedikit. Kendati demikian, ribuan warga Brasil memenuhi Praca dos tres Poderes, halaman rumput luas yang mirip dengan National Mall di Washington, untuk mendengar pidato publik pertama Bolsonaro.

Para pendukungnya mengenakan kemeja bergambar wajah Bolsonaro sembari mengibarkan bendera Brasil.

Untuk menjaga ketenangan selama jalannya upacara pelantikan, pemerintah meluncurkan operasi keamanan terbesar, mengerahkan lebih dari 3.000 petugas polisi, pemadam kebakaran, dan tentara.

Bolsonaro menjabat pada saat negara itu sangat terpolarisasi. Banyak warga Brasil menentangnya karena ucapan-ucapan kontroversialnya, dia telah menghina perempuan dan minoritas, serta mengatakan bahwa dia lebih memilih putranya mati ketimbang menjadi seorang homoseksual.

"Saya menegaskan kembali komitmen saya untuk membangun masyarakat tanpa diskriminasi atau perpecahan," ujar Bolsonaro dalam pidatonya di Kongres.

Dulunya menjadi kebanggaan kaum kiri karena kebijakan kesejahteraannya yang progresif, Brasil kini dinilai akan menjadi benteng konservatisme di Amerika Latin.

Partai Pekerja sayap kiri, yang mendominasi politik Brasil dari 2003 hingga 2016, memboikot upacara pelantikan tersebut. Partai Pekerja kalah dalam pemilu Oktober, dengan banyak warga yang menyalahkan partai tersebut atas resesi yang menimpa Brasil.

Terkait kebijakan luar negeri, Bolsonaro merencanakan perubahan besar. Dia mungkin mengikuti jejak Trump untuk sejumlah isu.

Contohnya, dia mengancam akan menarik diri dari perjanjian iklim Paris serta mengatakan akan memindahkan Kedutaan Besar Brasil di Tel Aviv ke Yerusalem.

Pelantikan Bolsonaro di Brasilia turut dihadiri sejumlah pemimpin dunia, termasuk di antaranya Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo dan PM Israel Benjamin Netanyahu.

Sama seperti Trump, Bolsonaro menjungkirbalikkan kondisi politik di Brasil, memenangkan kursi kepresidenan melalui kampanye media sosial yang dipicu oleh kemarahan rakyat.

Banyak warga Brasil waspada terhadap politikus elite setelah skandal korupsi menodai sebagai besar elite politik negara itu. Masyarakat kemudian memandang Bolsonaro sebagai orang luar yang dapat mereka percaya.

Bolsonaro adalah satu dari sedikit politikus pinggiran yang namanya mencuat tanpa ternodai skandal.

Meski pun dia telah berjanji menjadi pemimpin bagi 200 juta warga Brasil, pada malam peresmian, melalui twitnya dia bersumpah akan membersihkan sekolah-sekolah Brasil dari "sampah Marxis" mengulang kembali retorika bersifat memecah belah yang membuatnya terpilih. (South China Morning Post)

Berita Lainnya
×
img