sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Prabowo: ASEAN harus jadi penyeimbang di kawasan Indo-Pasifik

Prabowo menyebut, Indo-Pasifik perlu didasarkan pada komitmen bersama untuk mewujudkan perdamaian, stabilitas dan kemakmuran bersama.

Valerie Dante
Valerie Dante Senin, 18 Nov 2019 14:25 WIB
Prabowo: ASEAN harus jadi penyeimbang di kawasan Indo-Pasifik
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 74018
Dirawat 35764
Meninggal 3535
Sembuh 34719

Dalam pertemuan para menteri pertahanan se-ASEAN (ADMM) di Bangkok, Thailand, Minggu (17/11), Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto menyampaikan bahwa ASEAN perlu menjadi penyeimbang dan penghubung di Indo-Pasifik, melalui Outlook ASEAN mengenai Indo-Pasifik, sehingga tidak ada dominasi kekuasaan di kawasan.

Melalui netralitas dan sentralitasnya, lanjut dia, ASEAN mengajak seluruh negara di kawasan Indo-Pasifik untuk turut bertanggung jawab terhadap keamanan kawasan.

Menurutnya, Indo-Pasifik tidak boleh dimaknai hanya dalam konteks bebas dan terbuka, tetapi juga harus memiliki karakteristik inklusif, transparan, komprehensif, mendatangkan manfaat bagi kepentingan jangka panjang seluruh negara di kawasan. Prabowo menyebut, Indo-Pasifik perlu didasarkan pada komitmen bersama untuk mewujudkan perdamaian, stabilitas dan kemakmuran bersama.

Indonesia berharap agar persoalan keamanan di kawasan seperti pencurian kekayaan alam, pelanggaran wilayah, penyelundupan dan sengketa wilayah, bencana alam serta isu-isu kemanusiaan dapat diatasi melalui kerja sama yang kuat, sungguh-sungguh dan berkelanjutan.

Prabowo mengatakan, permasalahan Laut Cina Selatan harus segera diselesaikan secara damai melalui forum dialog dan diplomasi yang mendorong agar Code of Conduct (COC), yang telah disepakati ASEAN, dapat diterima oleh China.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menegaskan keinginan Indonesia untuk membangun Asia Tenggara sebagai kawasan yang tangguh, aman, damai, sejahtera serta disegani oleh kawasan-kawasan lainnya.

Menurut dia, Asia Tenggara memiliki potensi kekayaan alam yang luar biasa sehingga sejak dulu menjadi magnet kepentingan kekuatan global. Selain itu, perairan di kawasan ini merupakan urat nadi transportasi dan perdagangan dunia.

"Bagi Indonesia, ASEAN adalah wadah membangun kerja sama yang bermanfaat bagi perdamaian, stabilitas, dan pembangunan di kawasan kita. Melalui pilar politik dan keamanan ASEAN, kita bisa memperkuat keamanan Asia Tenggara yang tentunya juga akan meningkatkan kesejahteraan negara-negara di dalamnya," ungkap Prabowo seperti dikutip dari keterangan resmi Kementerian Pertahanan RI pada Minggu (17/11).

Sponsored

Prabowo menyatakan bahwa potensi laut di Asia Tenggara akan sulit dikembangkan dan dimanfaatkan secara optimal jika tidak ada proteksi serta jaminan keamanan dan keselamatan dari masing-masing negara anggota ASEAN.

Di tengah situasi dunia yang penuh ketidakpastian, dia menegaskan bahwa ASEAN harus tetap menjaga komitmen dan konektivitasnya bagi kesejahteraan bersama. Guna mewujudkan hal tersebut, ASEAN perlu menjalin kerja sama yang dapat diandalkan dan tidak mudah dicerai-berai.

"ASEAN tidak boleh terpecah-belah dan terpolarisasi, itu akan mengakibatkan konflik dan perpecahan. Indonesia secara tegas menentang invasi negara dalam bentuk apa pun di wilayah negara mana pun, khususnya di Asia Tenggara," tutur Prabowo.

Prabowo menyatakan bahwa keyakinan akan kekuatan ASEAN harus dimulai dengan kemandirian organisasi itu, khususnya di bidang pertahanan perbatasan laut, penyelesaian sengketa perbatasan, industri pertahanan dan bidang lainnya dengan mengutamakan prinsip sentralitas.

RI-Thailand sepakat kerja sama penanggulangan terorisme

Dalam rangkaian pertemuan ADMM, Prabowo mengadakan pertemuan bilateral dengan Menteri Pertahanan Thailand Prawit Wongsuwon pada Sabtu (16/11).

Pada pertemuan tersebut, kedua pihak berkomitmen dan sepakat untuk terus meningkatkan hubungan kerja sama militer kedua negara di masa yang akan datang, khususnya di bidang peningkatkan kapasitas kemampuan personel militer melalui pendidikan dan latihan.

Peningkatan kerja sama di bidang penanggulangan terorisme maupun kolaborasi di bidang lainnya juga menjadi perhatian Prabowo dan Prawit.

Menhan Prawit menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan Indonesia kepada Thailand selama menjadi Ketua ADMM dan juga partisipasi Indonesia dalam latihan ADMM Plus EWG on Maritime Security yang diketuai oleh Thailand dan Amerika Serikat.

Selain itu, Menhan Thailand juga mengapresiasi peran Indonesia dalam upaya menjaga stabilitas dan keamanan di kawasan melalui pembentukan wadah pertukaran informasi antarmenhan seluruh ASEAN dalam kerangka kerja sama "ASEAN Our Eyes" yang disahkan pada pertemuan ADMM 2019.

Berita Lainnya