sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Prancis: Kalau sudah divaksin dapat berkunjung ke restoran

Hal tersebut adalah bagian dari tindakan yang diumumkan pada Senin (12/7) malam untuk memerangi gelombang baru infeksi Covid-19.

Eqqi Syahputra
Eqqi Syahputra Selasa, 13 Jul 2021 10:15 WIB
Prancis: Kalau sudah divaksin dapat berkunjung ke restoran

Prancis saat ini sudah mulai membatasi restoran, kafe, dan pusat perbelanjaan. Mereka yang diperbolehkan hanya yang telah divaksinasi atau yang baru-baru ini dites negatif untuk Covid-19. Hal tersebut adalah bagian dari tindakan yang diumumkan pada Senin (12/7) malam untuk memerangi gelombang baru infeksi Covid-19 di negara tersebut.

Presiden Emmanuel Macron mengatakan, memaksimalkan vaksinasi Covid-19 adalah kunci dalam mencegah lockdown yang lebih lama.

"Negara ini menghadapi dimulainya kembali epidemi yang kuat dan menyentuh semua wilayah kita," katanya dalam pidato yang disiarkan televisi.

Hal tersebut juga sebagai buntut dari peringatan gelombang baru rawat inap yang berpotensi naik pada Agustus.

"Semakin banyak kita melakukan vaksinasi, semakin sedikit ruang yang kita tinggalkan untuk menyebarkan virus ini,” tambahnya.

Sekitar 40% populasi Prancis sendiri telah divaksinasi penuh terhadap Covid-19 sejauh ini, jumlah tersebut masih tertinggal dari beberapa tetangga terdekat Prancis.

Negara Prancis sendiri telah melihat beberapa keragu-raguan efektivitas vaksin dalam beberapa pekan terakhir, di tengah perasaan bahwa virus itu mungkin tidak lagi menjadi ancaman, dan dengan orang-orang menunda suntikan vaksin mereka sampai setelah berlibur.

Macron mengumumkan, akan memperpanjang izin kesehatan Prancis untuk mereka yang sudah divaksinasi penuh terhadap Covid-19 ke restoran, kafe, transportasi, dan pusat perbelanjaan.

Sponsored

Di antara langkah-langkah lain, dia juga mengatakan semua pekerja di fasilitas kesehatan atau panti jompo, dan semua orang yang merawat lansia atau sakit di rumah, harus divaksinasi.

Pada 15 September, mereka yang tidak melakukannya dapat menghadapi sanksi atau denda potensial, kata presiden. Dia juga mengumumkan booster jabs akan diluncurkan pada September untuk mereka yang divaksinasi lebih awal pada 2021.

Pengumuman itu muncul ketika Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengecam negara-negara kaya karena keserakahan mereka dalam berfokus pada suntikan penguat bagi mereka yang sudah diimunisasi, daripada berbagi dosis vaksin ekstra dengan negara-negara miskin yang belum benar-benar memulai kampanye vaksin mereka dengan sungguh-sungguh.

Infeksi virus Prancis mulai meningkat lagi dua minggu lalu. Jumlah orang di rumah sakit dan unit perawatan intensif Prancis telah menurun selama berminggu-minggu, tetapi dokter memperkirakan itu juga akan meningkat ketika peningkatan infeksi varian delta menyerang populasi yang rentan, seperti yang terjadi di Inggris dan Spanyol.

Sumber : Euro News

Berita Lainnya

35% Masyarakat Indonesia Telah Divaksin Covid-19

Selasa, 21 Sep 2021 12:15 WIB

BenQ resmi luncurkan MOBIUZ EX3415R

Selasa, 21 Sep 2021 12:15 WIB

Komisi III DPR RI Sepakati 7 Calon Hakim Agung

Selasa, 21 Sep 2021 11:45 WIB

Pemkot Kediri upayakan tambah ambulans

Sabtu, 10 Jul 2021 18:32 WIB