sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Prancis selidiki fenomena maraknya bayi lahir tanpa lengan

Dalam beberapa tahun terakhir, terdapat 14 bayi yang lahir dalam kondisi tanpa lengan.

Valerie Dante
Valerie Dante Sabtu, 03 Nov 2018 14:48 WIB
Prancis selidiki fenomena maraknya bayi lahir tanpa lengan

Menteri Kesehatan Prancis Agnes Buzyn menggelar investigasi yang bertujuan untuk mengungkap alasan di balik fenomena bayi lahir tanpa lengan. Dalam beberapa tahun terakhir, diketahui ada sebanyak 14 bayi di daerah pedesaan yang lahir dengan kondisi tersebut.

Penyelidikan besar-besaran ini digelar atas perintah Kementerian Kesehatan Prancis pada Minggu (28/10) lalu. Agnes tidak terima jika fenomena ini tetap menjadi misteri dunia medis.

"Kita tidak bisa mengatakan bahwa kita tidak menemukan penyebabnya, itu tidak dapat diterima," jelas Agnes Buzyn.

Kasus-kasus seperti ini ditemukan di tiga daerah berbeda di Prancis, yakni tujuh kasus dari tahun 2009 hingga 2014 di daerah pedesaan Ain yang dekat perbatasan dengan Swiss, empat kasus dari tahun 2011 hingga 2013 di Brittany, dan tiga kasus pada 2007 hingga 2008 di Loire-Atlantique.

Kementerian Kesehatan menyatakan, meski jumlah kasus di Ain masih di bawah standar nasional, kasus-kasus di dua daerah lainnya dinilai terlampau banyak.

Menurut Menteri Kesehatan Agnes, ada sekitar 80 hingga 100 bayi dengan kondisi tanpa lengan yang lahir setiap tahunnya di Prancis.

Agnes menyampaikan, penyelidikan ini akan dipimpin oleh Kementerian Kesehatan dengan mengikutsertakan departemen lingkungan guna menggabungkan unsur medis dengan ahli lingkungan. Meski penyebab cacat sejak lahir ini belum diketahui secara pasti, namun ibu yang terpapar bahan kimia atau obat-obatan tertentu pada masa kehamilannya dapat meningkatkan risiko ini.

Pasalnya, menurut dokter-dokter dari institusi riset Remera, pestisida yang digunakan oleh para petani di daerah-daerah pedesaan tersebut dapat menjadi penyebab dari abnormalitas yang terjadi.

Sponsored

Pada tahun 1950 hingga 1960, bayi-bayi yang lahir tanpa tangan atau memiliki disabilitas lainnya ternyata disebabkan oleh obat bernama Talidomid. Pada masa itu, obat tersebut biasa digunakan untuk menghilangkan mual pada ibu hamil.

Kepala dari Santé Publique France atau Badan Kesehatan Prancis Francois Bourdillon mengonfirmasi bahwa hasil dari investigasi nasional yang sedang berjalan ini dapat diketahui dalam waktu tiga bulan. (AFP, Telegraph, dan The Strait Times)

Berita Lainnya