logo alinea.id logo alinea.id

Prayut Chan-ocha dilantik jadi PM Thailand

Meski sudah dilantik secara resmi, susunan kabinet pemerintahan koalisi Prayut masih belum jelas.

Valerie Dante
Valerie Dante Rabu, 12 Jun 2019 14:36 WIB
Prayut Chan-ocha dilantik jadi PM Thailand

Prayut Chan-ocha secara resmi kembali menjabat sebagai Perdana Menteri Thailand pada Selasa (11/6). Hal itu dilakukan usai Raja Thailand Maha Vajiralongkorn mengesahkan suara dari parlemen yang memilih Prayut menjabat untuk periode kedua.

Meski sudah dilantik secara resmi, susunan kabinet pemerintahan koalisi Prayut masih belum jelas hingga kini.

Prayut akan menghadapi tantangan berat dari Front Demokratik, aliansi yang terdiri dari tujuh partai pro-demokrasi yang menentang junta militer.

Sebelumnya, pemerintah menetapkan UU baru yang diterapkan dalam pemilu pada Maret. UU tersebut memberikan kesempatan bagi 250 anggota senat yang ditunjuk oleh junta untuk ikut memberikan suara dalam pemilihan perdana menteri bersama 500 anggota dewan perwakilan.

Front Demokratik mengecam UU itu karena melemahkan kedudukan partai-partai yang tidak pro-pemerintah dan menganggap UU tersebut memastikan kemenangan Prayut.

Akibat sumbangan suara dari senat, Prayut meraih total 500 suara dari parlemen dan mengalahkan rivalnya, Thanathorn Juangroongruangkit dari Future Forward Party, yang hanya mendapat 244 suara.

Dalam upacara pelantikannya pada Selasa, Prayut menyatakan dia optimistis dapat membangun pemerintahan yang baik dan mengabdi kepada rakyat.

"Gagasan kebijakan yang diusulkan oleh partai-partai bermanfaat bagi rakyat. Pemerintah nanti akan melayani seluruh rakyat Thailand," kata dia.

Sponsored

Selama upacara pelantikan, Prayut berlutut di hadapan foto Raja Vajiralongkorn yang tidak dapat menghadiri acara tersebut.

"Saya akan mempromosikan lingkungan yang damai sehingga masyarakat dapat bersatu dengan dasar kasih sayang dan persatuan ... Dan saya akan menjaga martabat institusi negara, agama, serta monarki yang sangat dihargai rakyat Thailand," ujarnya.

Prayut berjanji akan mencari solusi untuk mengakhiri perselisihan dengan lawannya yakni para loyalis mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra.

Pada 2006, Thaksin digulingkan oleh militer yang dipimpin Prayut dan kini para loyalisnya tergabung dalam Partai Pheu Thai, partai yang memimpin Front Demokratik.

Beberapa kali sebelumnya Partai Pracharat yang pro-Prayut menuduh Pheu Thai tidak loyal terhadap monarki.  (The Straits Times)