Dunia / Diplomasi Indonesia

Presiden Jokowi dan Menlu Retno akan hadiri KTT ASEAN dan APEC

KTT ASEAN akan berlangsung di Singapura pada 13-15 November. Sementara KTT APEC akan berlangsung di Papua Nugini pada 17-18 November.

Presiden Jokowi dan Menlu Retno akan hadiri KTT ASEAN dan APEC Direktur Kerja Sama Eksternal ASEAN Benny Siahaan (kiri) dan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir (kanan) di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (8/11).

Direktur Kerja Sama Eksternal ASEAN Benny Siahaan mengonfirmasi kehadiran Presiden Joko Widodo di KTT ASEAN yang bertempat di Singapura pada 13-15 November mendatang. Presiden akan didampingi oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

KTT ASEAN akan dihadiri oleh seluruh kepala negara ASEAN beserta negara-negara mitra seperti China, India, Rusia, Korea, Jepang, dan Amerika Serikat. Selain itu, KTT ke-33 ini merupakan puncak dari keketuaan Singapura sebelum diserahkan kepada Thailand tahun depan.

"Intinya akan membahas isu-isu yang menjadi kepentingan bersama. Pada 13 November itu merupakan sesi pleno yang mana presiden akan menyampaikan ASEAN sebagai sebuah keluarga dalam menghadapi krisis yang terjadi di kawasan dan juga siap membantu Myanmar dalam menyelesaikan krisis kemanusiaan Rohingya, serta mengenai konsep Indo-Pasifik," jelas Benny di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (8/11).

Indo-Pasifik, menurut Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir menjadi isu prioritas Indonesia untuk disampaikan di KTT ASEAN. 

Adapula East Asia Summit (EAS) dan ASEAN Plus Three yang akan berlangsung pada 15 November. 

Dalam KTT EAS, presiden akan meninjau kembali kerja sama kemitraan dan membahas pertukaran pandangan mengenai isu regional dan internasional.

"Untuk pertama kalinya, konsep Indo-Pasifik ini akan dibahas dalam konteks EAS. Dalam hal ini kita mengharapkan agar negara-negara anggota EAS mendukung approach yang dilakukan oleh ASEAN dalam mengupayakan suatu kerja sama Indo-Pasifik yang bersifat inklusif, menghormati hukum internasional, dan transparan," jelas pria yang akrab disapa Tata tersebut.

KTT ASEAN ini diharapkan akan menghasilkan sekitar 62 dokumen hasil akhir.

Selama KTT dengan tema 'Resilient and Innovative ASEAN' ini, presiden direncanakan akan mengikuti sekitar 17 pertemuan dalam tiga hari pelaksanaan acaranya. Di sela-sela acara, Presiden Jokowi juga dijadwalkan akan menghadiri pertemuan bilateral dengan Chile, Australia, Rusia, dan Jepang.

Tata menjelaskan, Presiden Jokowi dan Presiden Putin akan fokus membahas kerja sama terkait ekonomi dan pertahanan dalam pertemuan mereka nanti. Selebihnya, yang akan menjadi perhatian kedua kepala negara adalah cara mengedepankan kerja sama strategis RI-Rusia dalam sektor pertahanan, perdagangan, dan ekonomi.

"Paling kita koordinator untuk ASEAN-Rusia. Jadi, Presiden Jokowi akan menyampaikan ASEAN Common Statement yang merupakan himpunan dari pandangan-pandangan negara ASEAN yang akan disampaikan pada Rusia," tambah Benny.

RI akan tingkatkan kerja sama dengan negara-negara Pasifik

Setelah menghadiri KTT ASEAN, Presiden Jokowi dan Menlu Retno juga akan menghadiri KTT Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) ke-26 yang akan dilaksanakan pada 17-18 November di Port Morseby, Papua Nugini (PNG).

Pada pertemuan tersebut, presiden direncanakan untuk melaksanakan pertemuan dengan beberapa kepala negara seperti PNG dan Kepulauan Solomon.

"Selain pertemuan bilateral, juga akan dilaksanakan pertemuan informal dialog dengan negara-negara Pasifik," ungkap Tata.

Pertemuan ini, jelasnya, menunjukan komitmen Indonesia untuk meningkatkan kerja sama dengan negara-negara Pasifik guna melakukan pembangunan berkelanjutan.

Selengkapnya Tata menjelaskan dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah RI ingin agar negara-negara Pasifik menjadikan Indonesia sebagai pintu gerbang untuk memperluas pasar global. Selain itu, isu peningkatan kerja sama maritim dengan negara-negara tersebut juga akan dibahas dalam pertemuan informal ini.

Beberapa isu yang akan menjadi perhatian Indonesia dalam KTT APEC antara lain mengenai pemberdayaan UMKM, termasuk peningkatan fasilitas perdagangan bagi produk-produk pertanian, perikanan, dan kehutanan Indonesia. Adapula isu-isu maritim yang masih akan menjadi perhatian bagi Indonesia, serta pemanfaatan teknologi digital untuk pembangunan inklusif.

KTT APEC tahun ini mengusung tema 'Harnessing Inclusive Opportunities: Embracing Digital Future' dengan tiga isu prioritas, yakni pemanfaatan teknologi digital untuk mempercepat integrasi ekonomi di kawasan, pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, serta percepatan pertumbuhan ekonomi melalui reformasi struktural.


Berita Terkait